Natuna Kembali Usulkan 1.600 Hektare Pengadaan Bibit Kelapa Tahun 2027, Tingkatkan Ekonomi Petani
Septyan Mulia Rohman July 09, 2026 06:07 PM

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Program pengembangan perkebunan kelapa yang digagas pemerintah pusat mulai bergulir di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pada tahun 2026, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan telah menyetujui bantuan pengembangan kelapa untuk lahan seluas 350 hektare di Natuna.

Saat ini, program produksi benih kepala dalam siap salur tersebut telah memasuki tahap pembenihan.

Sebanyak 39.600 bibit kelapa tengah dipersiapkan di lokasi pembenihan milik Kelompok Buluh Serumpun, Kampung Air Buluh, Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, sebelum nantinya didistribusikan kepada para petani.

Benih itu nantinya akan ditanam di lahan seluas 350 hektare. 

Tak berhenti sampai di situ, Pemerintah Kabupaten Natuna bersama Pemrov Kepri kembali mengajukan usulan bantuan bibit kelapa untuk tahun anggaran 2027.

Kali ini, luas lahan yang diusulkan mencapai 1.600 hektare, yang diperuntukkan bagi para Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang telah dinyatakan siap menerima program tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Natuna, Wan Syazali mengatakan, usulan tersebut merupakan kelanjutan dari program pengembangan perkebunan kelapa yang telah dimulai pada tahun ini.

"Untuk tahun 2027, kami kembali mengajukan bantuan bibit kelapa kepada Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan dengan luas usulan mencapai 1.600 hektare," ujarnya kepada TribunBatam.id, Kamis (9/7/2026). 

Ia menambahkan jika pada tahun ini sebenarnya mereka mengusulkan 2.000 Hektare.

Namun baru terealisasi 350 hektare dan sisanya diharapkan dapat dipenuhi secara bertahap.

Menurut Wan Syazali, pengembangan komoditas kelapa memiliki prospek yang sangat besar bagi Kabupaten Natuna.

Hal itu mengingat masih luasnya lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan perkebunan kelapa produktif.

Karena itu, pemerintah daerah berharap usulan yang telah disampaikan dapat kembali memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat, sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaat program tersebut.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang telah masuk dalam daftar CPCL agar benar-benar memanfaatkan bantuan yang diberikan apabila nantinya direalisasikan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan pemerintah, tetapi juga bergantung pada keseriusan petani dalam menanam, merawat.

Hingga menjaga pertumbuhan bibit kelapa agar menghasilkan tanaman yang produktif.

"Kami berharap masyarakat penerima yang sudah masuk dalam CPCL nantinya benar-benar serius agar bibit yang diberikan bisa tumbuh dengan baik dan berhasil semuanya," katanya.

Dengan berlanjutnya program tersebut, Pemerintah Kabupaten Natuna berharap sektor perkebunan kelapa dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah perbatasan. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.