Sarjana di Semarang Termakan Janji 19 Juta Lapangan Kerja : Sangat Kecewa
khoirul muzaki July 09, 2026 06:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- Ribuan pencari kerja memadati Unnes Career Expo 2026 yang digelar di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis (9/7/2026).


Sebagaininformasi, sebanyak 32 perusahaan mitra membuka sekitar 350 formasi pekerjaan dalam bursa kerja yang berlangsung selama dua hari pada 8-9 Juli 2026 tersebut.


Para pencari kerja dari berbagai daerah datang untuk mencari peluang di tengah ketatnya persaingan memasuki dunia kerja.


Satu di antaranya Hafsyah Zata, pencari kerja berstatus fresh graduate atau lulusan baru.


Perempuan berusia 21 tahun itu baru saja menamatkan studinya di bangku perkuliahan S1 jurusan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes.


“Ini kali pertama ikut job fair (bursa kerja-red),” kata Hafsyah.


Dia mengatakan tidak mudah menemukan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya.


Dari puluhan perusahaan yang hadir, Hafsyah baru menemukan dua perusahaan yang dinilai sesuai dengan kompetensinya.


“Baru dua yang cocok, Transcosmos sama Pura Grup,” ujarnya.


Meski demikian, Hafsyah tetap mencoba memanfaatkan peluang yang ada. Dia berencana segera mengirimkan lamaran setelah mempelajari persyaratan yang dibutuhkan perusahaan.


“Sudah tahu syaratnya, nanti rencana apply secara online kalau sudah di rumah,” tuturnya.


Hafsyah mengaku siap apabila nantinya harus bekerja di luar kota dan hidup jauh dari keluarga.
Dua perusahaan yang menjadi pilihannya berada di Semarang dan Kudus.


“Siap jauh dari orang tua,” tegasnya.


Sebagai lulusan baru, Hafsyah menilai tantangan mencari pekerjaan saat ini tidak mudah.


Menurutnya, gelar sarjana belum menjamin seseorang bisa langsung mendapatkan pekerjaan karena tingginya persaingan.


Dia juga menyinggung harapan terhadap janji penciptaan 19 juta lapangan kerja yang sebelumnya sempat disampaikan pemerintah.


“Saya sangat kecewa karena waktu dijanjikan 19 juta lapangan kerja, ekspektasi saya langsung wow,” ujarnya.


Namun, realita mencari pekerjaan yang dia alami belum sesuai dengan harapan tersebut.


“Ternyata 19 juta lapang dada. Sampai sekarang masih tetap sulit cari kerja,” kata Hafsyah.


Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unnes Rodiyah mengatakan Unnes Career Expo menjadi upaya kampus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.


“Ini menjadi salah satu peran strategis Pusat Karier Unnes dalam menjembatani sekaligus memfasilitasi perusahaan mitra dengan para alumni maupun masyarakat,” kata Rodiyah.

Baca juga: Mantan Kepala BBPTUHPT Baturraden Ditahan, Diduga Korupsi Penjualan Susu Rp 10,1 Miliar


Dia menjelaskan, bursa kerja tersebut tidak hanya terbuka untuk alumni Unnes, tetapi juga masyarakat umum yang sedang mencari peluang pekerjaan.


Menurutnya, berbagai formasi yang tersedia memberikan kesempatan bagi pencari kerja untuk memilih bidang sesuai kemampuan masing-masing.


“Ada banyak peluang bagi mereka untuk bekerja sesuai dengan kualifikasi dan kompetensinya,” ujarnya.


Rodiyah menyebut antusiasme peserta cukup tinggi. Berdasarkan data panitia, sekitar 3.000 pelamar telah melakukan konfirmasi kehadiran melalui sistem pendaftaran.


Dia berharap kegiatan tersebut dapat memperbesar peluang lulusan perguruan tinggi maupun masyarakat untuk terserap ke dunia kerja.


“Harapannya mereka semuanya berkesesuaian dan dapat bekerja sesuai dengan kompetensi mereka. Tahun depan, insya Allah, akan lebih meriah lagi dengan bergabungnya perusahaan yang lebih banyak, baik secara kuantitas maupun kualitas,” tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.