Kronologi 3 Warga Bandung Barat Tewas Akibat Ledakan Mortir, Hendak Bongkar dan Ambil Logam
Nanda Lusiana Saputri July 09, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus ledakan akibat amunisi sisa latihan militer menunjukkan tingginya kerentanan warga sipil di sekitar daerah komando latihan terhadap material peledak aktif.

Pada 12 Mei 2025 lalu, sebanyak 13 orang tewas di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat akibat bom kadaluarsa meledak.

Saat pemusnahan bom serta amunisi, para warga mendekat untuk mengumpulkan selongsong.

Kasus ledakan kembali terjadi di Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Rabu (8/7/2026).

Barang yang meledak merupakan mortir yaitu sejenis senjata artileri ringan berbentuk tabung yang dirancang untuk melontarkan proyektil dengan sudut tinggi ke target.

Lokasi ledakan berada di pemukiman yang berdekatan dengan daerah latihan militer Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat.

Diduga ketiga korban hendak memungut selongsong dan proyektil bekas latihan TNI.  

Baca juga: Ledakan Pabrik Herbal di Semarang Tewaskan 1 Pekerja, Kemenperin Turunkan Tim Investigasi

Identitas ketiga korban yakni Ade (21), Suhri (51), dan Rodiana (40) yang merupakan warga setempat. 

Kapolsek Cipatat, Kompol DMS Andriani Sapin, menerangkan dua korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu korban meninggal saat dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan kesaksian warga, para korban sering memulung untuk mengambil bahan logam.

Pihaknya masih mendalami ledakan diakibatkan mortir atau bahan peledak lain.

"Izin kalau di sini yang saya dengarkan ledakan. Masalah itu mortir atau bukan, bukan ranah kami. Sementara memang itu adalah kena ledakan dan menurut informasi kedokteran itu ada hentakan tersebut," katanya, dikutip dari YouTube Tribunnews Update pada Kamis (9/7/2026).

Petugas telah melakukan sterilisasi TKP untuk mengantisipasi adanya ledakan lain.

Baca juga: Kondisi 14 Taruna Pelayaran di Aceh Korban Ledakan Kapal, Polisi Lakukan Olah TKP

"Jadi tolong kami saya sendiri mengimbau kepada seluruh warga ya yang terutama yang berdekatan dengan seluruh Pusdik terutama yang sering digunakan untuk latihan, jangan mendekat. Karena di situ sudah ada warning dilarang, jelas ya dilarang itu."

"Jadi saya pun mengimbau kepada warga yang ada di sini yang masih menyimpan atau masih mengoleksi segera kembalikan, serahkan kepada yang berwenang, jangan sampai terjadi yang tidak kita inginkan," tandasnya.

Pihaknya berkoordinasi dengan TNI untuk mengusut penyebab ledakan.

Warga bernama Dadang Suhendar menjadi orang pertama yang mendengar ledakan dan mendatangi lokasi kejadian.

Sekitar pukul 10.30 WIB, ketiga korban ditemukan tergeletak namun masih bernapas.

Dua orang meninggal beberapa menit kemudian, sementara satu korban meninggal sekitar pukul 17.25 WIB.

(Tribunnews.com/Mohay)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.