BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Guna memberikan kemudahan dan kesempatan pengembangan kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara, inovasi Obrolan Penuh Inspirasi (Obsesi) ASN Tabalong secara resmi telah diluncurkan.
Peluncuran dilakukan Bupati Tabalong HM Noor Rifani pada Rekonsiliasi Disparitas Data ASN periode Juni 2026 serta Tindak Lanjut Hasil Monitoring dan Evaluasi Penerapan Manajemen Talenta, Rabu (8/7/2026) di Hotel Aston Tanjung.
Inovasi ini berupa forum komunikasi dua arah yang mempertemukan BKPSDM dengan seluruh ASN di Tabalong untuk mempermudah pengelolaan data dan layanan kepegawaian.
Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, saat membuka kegiatan mengatakan, data ASN yang akurat merupakan fondasi penting dalam pengelolaan manajemen kepegawaian.
Ketika data belum sinkron atau masih terdapat disparitas, maka berbagai proses seperti perencanaan kebutuhan pegawai, pengembangan karier, penilaian kinerja, hingga pelayanan administrasi kepegawaian dapat terpengaruh.
"Karena itu, kegiatan rekonsiliasi menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa data ASN di Kabupaten Tabalong semakin valid dan dapat dipertanggungjawabkan," kata H Fani.
Selain itu, ia juga menekankan penerapan Manajemen Talenta dan Document Management System (DMS) SIASN merupakan bagian dari transformasi birokrasi menuju pengelolaan ASN yang lebih profesional, berbasis kompetensi, dan didukung sistem digital yang terintegrasi.
Selanjutnya pada kesempatan tersebut, H Fani juga memberikan apresiasi atas hadirnya inovasi Obsesi ASN Tabalong dari BKPSDM Tabalong yang telah resmi diluncurkannya.
Ia berharap inovasi ini dapat meningkatkan kualitas layanan kepegawaian, mempermudah pengelolaan data ASN, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.
Kepala BKPSDM Tabalong, Fauzan, dalam laporamnya menyampaikan, Obsesi ASN Tabalong merupakan forum komunikasi dua arah antara BKPSDM dengan seluruh ASN di Tabalong.
Munculnya inovasi Obsesi ASN Tabalong ini menjadi salah satu jawaban dari hasil coaching clinic terkait manajemen talenta yang dilakukan pihaknya di masing-masing SKPD.
"Jadi pada saat kami melakukan coaching clinic kepada setiap SKPD, ada satu hal yang dapat kami tarik yaitu masih rendahnya kompetensi ASN," kata Fauzan.
Penyebabnya dikarenakan kesempatan untuk mendapatkan pengembangan kompetensi ASN masih jauh dari yang diharapkan.
Sehingga Obsesi ASN Tabalong akan membantu upaya untuk meningkatkan kompetensi bagi ASN yang dapat diikuti secara daring.
"Inovasi ini menghadirkan BKPSDM selaku narasumber dan pihak lainnya, bahkan dari BKN, untuk memberikan informasi terkait kepegawaian, keuangan, dan perencanaan," ujar Fauzan.
Di kesempatan itu, Fauzan juga menyampaikan bagaimana kondisi data ASN saat ini sesuai dengan rilis dari Kanreg VIII BKN Banjarbaru.
Berdasarkan rilis Kanreg VIII BKN per 30 Juni 2026, masih terdapat 68 disparitas data ASN di Tabalong yang harus segera diselesaikan.
Selain itu, Fauzan juga menyampaikan Skor Arsip Digital Tabalong pada DMS SIASN. Dimana per Juni 2026 nilainya mencapai 87,8.
Nilai tersebut menempatkan Tabalong pada posisi pertama dengan skor tertinggi se-wilayah Kantor Regional VIII BKN.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pejabat pengelola kepegawaian yang sudah bekerja keras dalam pemenuhan arsip digital ini," ucap Fauzan. (AOL)