Sekelompok Pria Berseragam TNI Bersenjata Datangi Polda Metro Jaya, TNI Belum Beri Penjelasan Resmi
Wahyu Aji July 09, 2026 07:36 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekelompok pria berseragam TNI bersenjata laras panjang disebut-sebut mendatangi Direktorat Kriminal Khusus  Polda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis (9/7/2026) dini hari.

Dalam foto beredar disebutkan mereka berjumlah sekira 10 orang beseragam dan sekira 10 orang berpakaian sipil.

Mereka disebut-sebut datang pukul 03.50 WIB.

Selain itu, dalam video lain yang beredar tampak keramaian di mana terdapat sejumlah orang berpakaian seragam TNI dan membawa senjata laras panjang sementara langit masih tampak gelap.

Narasi beredar menyebut sekelompok orang tersebut diduga hendak memgambil saksi yang sedang diperiksa penyidik.

Informasi beredar juga menyebut kelompok itu dipimpin dua perwira tinggi TNI berpangkat Brigadir Jenderal.

Di sisi lain, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Santoso menyebut kelompok itu diduga hendak merampas saksi dan barang bukti dalam kasus dugaan korupsi yang tengah diusut pihak kepolisian.

Namun informasi tersebut belum terkonfirmasi baik dari pihak TNI maupun Polri.

Reporter Tribunnews.com telah berupaya mengonfirmasi terkait foto, video, dan narasi beredar tersebut kepada Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas pada Kamis (9/7/2026) melalui pesan WhatsApp di nomor 0811 xxxx xxxx pukul 08.21 WIB, 09.07 WIB, 10.39 WIB, 14.24 WIB, dan 16.07 WIB.

Penggeledahan di 12 Lokasi

Peristiwa itu terjadi setelah Tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi terkait kasus dugaan korupsi dan TPPU di PLN hingga Asabri pada Rabu (8/7/2026).

Salah satu lokasi yakni sebuah kafe bernama de'Clan Signature di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.

Di dalamnya ditemukan uang di dalam brankas tersembunyi senilai puluhan miliar.

Isu beredar menyebut pemilik restoran tersebut merupakan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah.

Namun belum ada konfirmasi terkait isu liar tersebut.

Polda Metro Jaya juga menyatakan tidak pernah menyebut siapa pemilik dari restoran tersebut dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam perkara ini.

Selain itu, Kortas Tipidkor Polri juga melakukan penggeledahan rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rumah itu digeledah Rabu (8/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026) dini hari oleh penyidik kepolisian perihal kasus dugaan korupsi dan TPPU di PLN, Asabri, hingga Krakatau Steel.

Selain itu, penggeledahan rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rumah tersebut digeledah Rabu (8/7/2026) hingga Kamis (9/7/2026) dini hari oleh penyidik kepolisian perihal kasus dugaan korupsi dan TPPU perkara PLN, Asabri hingga Krakatau Steel.

Selain mengamankan uang dan puluhan kilogram emas batangan yang diperkirakan bernilai total ratusan miliar, penyidik kepolisian juga mengamankan foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan barang tersebut.

Meski muncul isu barang dan rumah tersebut milik Jampidsus Febrie Adriansyah, akan tetapi pihak kepolisian belum menyatakannya secara lugas.

Baca juga: IPW Ungkap Oknum Brigjen TNI Diduga Coba Ambil Paksa Barang Bukti Kasus Korupsi di Polda Metro Jaya

"Saat ini masih didalami mohon waktu," ucap Irjen Totok kepada wartawan sesaat dirinya keluar dari gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.