POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketergantungan Kabupaten Belitung Timur terhadap pasokan bahan pangan dari luar pulau masih sangat tinggi per hari ini, Kamis (9/7/2026).
Hal ini terlihat jelas pada kelompok bumbu dapur seperti cabai merah dan bawang merah yang selama ini menjadi komoditas penyumbang angka inflasi daerah.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Belitung Timur, Wiwiek Lestari menjelaskan naik turunnya harga komoditas bumbu dapur tersebut dikarenakan minimnya produksi massal dari petani lokal, sehingga fluktuasinya sangat bergantung pada pasokan luar.
"Banyak komoditas yang stoknya masih bergantung sama pasokan dari luar daerah. Faktor yang mempengaruhi harga cabai dan bumbu dapur itu naik salah satunya karena kita masih tergantung pengiriman luar, dan harganya sangat tergantung pada cuaca laut," ujar Wiwiek kepada Posbelitung.co, Kamis (9/7/2026).
Kondisi cuaca di perairan juga berpotensi menghambat pelayaran kapal pengangkut logistik. Contohnya adalah komoditas sayuran segar yang memiliki tingkat daya tahan barang sangat rendah.
Begitu pula cabai yang memiliki sifat mudah membusuk apabila terlalu lama tertahan di perjalanan laut.
Risiko tersebut akhirnya membuat Pemekab Beltim harus selektif dalam merancang kerja sama bersama daerah lain.
"Jangkauan transportasi kita harus yang pendek. Paling dekat itu palingan kita mengambil pasokan dari daerah Sumatra seperti Palembang, sama dari Jakarta. Itu wilayah yang jangkauannya masih rasional untuk menjaga kualitas barang," ucap Wiwiek.
"Untuk Simpang Pesak dan Dendang, mereka tidak memiliki agen atau distributor. Mereka belanjanya langsung ke Tanjungpandan, sehingga polanya langsung mengalir harian tanpa ada cadangan yang tersimpan di gudang lokal wilayah mereka," pungkas Wiwiek.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)