TRIBUNMANADO.CO.ID - Dua remaja meninggal dunia akibat musibah tenggelam di kawasan Pantai Karangria, Kelurahan Bitung Karangria, Kecamatan Tuminting, pada Rabu (8/7/2026) petang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.15 Wita.
Kedua remaja yang masing-masing bernama Imanuel Maliombo (18) dan Christian Maliombo (14).
Di tengah suasana penuh kepanikan dan kesedihan, jajaran Polresta Manado hadir memberikan respons cepat, memastikan proses pencarian, evakuasi hingga pendampingan kepada keluarga korban berjalan secara maksimal.
Kapolsek Tuminting Iptu Ferri Victor Tutu menjelaskan, kejadian bermula saat kondisi air laut mulai pasang disertai arus yang semakin kuat.
Saksi berinisial RL yang berada di area pantai telah berupaya mengingatkan dan mengajak keduanya untuk segera kembali ke tepian.
Namun dalam hitungan saat, kedua korban tidak lagi terlihat di permukaan air dan diduga terseret arus laut yang cukup deras.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Polsek Tuminting bersama jajaran Polresta Manado tanpa menunggu lama langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, petugas segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan pemerintah setempat, serta mengajak nelayan dan warga sekitar melakukan pencarian secara terpadu.
Semangat kebersamaan antara aparat kepolisian, nelayan, dan masyarakat menjadi kekuatan dalam proses pencarian tersebut.
Setelah dilakukan penyisiran di sekitar lokasi, sekitar pukul 19.24 Wita korban Christian berhasil ditemukan dan segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Pancaran Kasih untuk mendapatkan pertolongan medis.
Selang satu menit kemudian, korban Imanuel juga berhasil ditemukan dan langsung dibawa ke rumah sakit dengan harapan masih dapat diselamatkan.
“Namun takdir berkata lain. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, keduanya meninggal dunia akibat kehabisan tenaga setelah berjuang melawan kuatnya arus laut,” tutur Kapolsek, dalam keterangan resminya.
Menurutnya, pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.
“Tidak dilakukan otopsi jadi jenazah kedua korban langsung diserahkan ke pihak keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, di tengah suasana duka yang begitu mendalam, Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid hadir secara langsung di Rumah Sakit Pancaran Kasih untuk melihat kondisi kedua korban sekaligus menemui keluarga yang sedang berduka.
Kehadiran Kapolresta bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi sebagai bentuk empati, kepedulian, dan dukungan moril kepada keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta.
Irham Halid menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah tersebut serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi cobaan ini.
“Atas nama keluarga besar Polresta Manado, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Kami juga mengapresiasi seluruh personel, nelayan, dan masyarakat yang telah bahu-membahu melakukan upaya pencarian hingga proses evakuasi dapat terlaksana dengan baik,” ujar Kapolresta Manado.
Musibah ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat akan pentingnya mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pesisir.
Perubahan cuaca, pasang surut air laut, dan arus yang tidak dapat diprediksi sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan jiwa.
Polresta Manado mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan karakteristik perairan sebelum melakukan aktivitas di pantai serta menghindari berenang pada waktu sore hingga malam hari atau ketika kondisi gelombang dan arus sedang tidak bersahabat. (Edi)
Baca juga: Kisah Pilu Kakak Adik Tewas Tenggelam di Pantai Karangria Manado, Padahal Senin Christian Masuk SMA