Presiden Prabowo Mendadak Cari Erick Thohir, Resah Timnas Indonesia Gagal Masuk Piala Dunia
Torik Aqua July 09, 2026 08:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan pernyataan yang mengundang perhatian saat peluncuran BBM B50 di Karawang, Kamis (9/7/2026).

Di tengah pidatonya, Prabowo mempertanyakan mengapa Indonesia belum mampu lolos ke Piala Dunia 2026 dan sempat mencari Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Prabowo menilai sepak bola merupakan kehormatan bangsa sehingga perlu mendapat perhatian serius.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga meresmikan penggunaan BBM B50 sebagai bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor solar dan meningkatkan pemanfaatan biodiesel.

Baca juga: Klub Milik Presiden Prabowo Resmi Datangkan Pemain Berlabel Timnas Indonesia

Presiden RI Prabowo Subianto tiba-tiba saja mencari Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Prabowo ingin bertanya kepada Erick Thohir dan Purbaya mengapa Tim Nasional (Timnas) Indonesia tidak bisa lolos ke Piala Dunia 2026 ini.

Prabowo mengatakan Indonesia kini berbangga sudah bisa memproduksi biodiesel B50, tetapi masih kesulitan masuk Piala Dunia.

"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Itu masih sulit. Jadi saya resah. Terus terang resah. Kita bisa B50 tapi kita tidak bisa masuk Piala Dunia," ujar Prabowo saat meluncurkan BBM baru B50 di Rest Area KM 57, Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Prabowo mengaku tidak puas karena Timnas Indonesia tidak lolos Piala Dunia 2026.

"Bagaimana caranya masuk Piala Dunia," ujarnya.

"Saudara-saudara jangan anggap enteng. Sepak bola itu kehormatan bangsa. Siapa yang bertanggung jawab?" tanya Prabowo.

"Erick Thohir mana?" tanya Prabowo kepada hadirin lalu tertawa.

Sejumlah undangan yang hadir juga ikut tertawa.

"Boy kasih tahu adikmu ya. Haduh-haduh," kata Prabowo kepada Boy Thohir yang hadir dalam acara itu.

Tak lama kemudian, Prabowo juga mencari Purbaya yang tidak hadir dalam acara ini.

"Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?" tanya Prabowo lagi.

Luncurkan B50

Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto meluncurkan bahan bakar B50 yang merupakan BBM jenis baru.

Peluncuran dilakukan di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026).

B50 merupakan BBM hasil pencampuran antara 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan 50 persen solar murni.

BBM B50 merupakan kelanjutan dari mandatori pemerintah yang telah menerapkan B20, B30, dan B40.

Angka di belakang huruf tersebut menunjukkan persentase biodiesel campuran.

Proyeksi dari program ini yakni mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak Berupa Minyak Solar Sebesar 50 persen dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan, yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 17 Juni 2026.

BBM B50 telah menjalani serangkaian uji teknis dan uji jalan pada berbagai sektor sejak Desember 2025 dengan hasil performa dan emisi yang memenuhi standar pabrikan sebelum kemudian resmi diluncurkan.

BBM B50 telah melalui uji laboratorium pada awal 2025.

Setelah itu, BBM tersebut telah melalui uji penggunaan pada mesin diesel, di antaranya di sektor otomotif, mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api.

Kebijakan pencampuran solar murni dengan minyak sawit ini ditargetkan menghemat devisa negara Rp157 triliun. BBM B50 juga menghemat subsidi Rp48 triliun per tahun.

BBM B50 ini juga diproyeksikan mampu menyerap 2,2 juta tenaga kerja dan memangkas 46,72 juta ton emisi karbon.

Pemerintah juga menyiapkan masa transisi bertahap dari B40 menuju B50.

Pada Juli hingga September 2026, distribusi B50 akan dilakukan secara bertahap sambil tetap memanfaatkan stok B40 yang masih berjalan.

Adapun target penyaluran B50 secara penuh ditetapkan tercapai pada Oktober 2026.

Pejabat yang hadir, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Herindra, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.