TRIBUNSTYLE.COM - Seorang remaja asal Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar berinisial SM (16) telah sukses membuat panik keluarga dan warga karena dikira mengakhiri hidupnya dengan terjun ke Sungai Bengawan Solo.
Sebanyak 50 anggota Basarnas diterjunkan ke Sungai Bengawan Solo untuk menyisir keberadaan SM.
Hal ini dikarenakan SM meninggakan sendal dan HP di tepi sungai sebelum menghilang tanpa jejak.
Setelah diusut oleh polisi, rupanya SM pergi ke Yogyakarta untuk mencari kerja dan ingin berhenti sekolah.
Infomasi detail perihal kasus remaja Karanganyar ini didapatkan TribunSolo.
Baca juga: Aksi Pencurian Kabel Telkom di Rawa Bebek Cakung Dibongkar Polisi, Diduga Di-backing Oknum TNI AL
Polisi mengungkap penyebab hilangnya SM (16), remaja , yang sempat dikabarkan terjun ke Sungai Bengawan Solo pada Jumat (3/7/2026).
SM ternyata tidak tenggelam, melainkan pergi ke Yogyakarta untuk mencari pekerjaan setelah sengaja meninggalkan handphone dan sandal di tepi sungai.
Aksi tersebut membuat keluarga mengira SM menghilang atau mengakhiri hidup sehingga melapor ke aparat.
Kapolsek Jaten AKP Agus Susilo Utomo mengatakan, SM diduga sengaja meninggalkan sandal dan handphone di pinggir Bengawan Solo agar keluarganya mengira telah terjadi sesuatu.
Menurut Agus, tindakan itu bukan karena SM ingin bunuh diri, melainkan diduga untuk menarik perhatian keluarga.
"Dia melakukan itu (tinggalkan sendal dan handphone di pinggir sungai Bengawan Solo), biar dianggap pergi atau bunuh diri oleh keluarga, modus dia cari perhatian," kata Agus, dilansir dari TribunSolo, Rabu (8/7/2026).
Kasi Humas Polres Karanganyar Iptu Mulyadi mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti menjelaskan, SM sempat berjalan melintasi Jembatan Jurug menuju rumah seorang temannya di Solo.
Hal tersebut dilakukan setelah SM meninggalkan handphone dan sandal di sekitar sungai.
"Berjalan menuju rumah salah satu temannya yang berada di wilayah Solo," jelas Mulyadi.
SM kemudian meminta diantar menuju Terminal Tirtonadi Solo untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus ke Yogyakarta.
Menurut Mulyadi, tujuan keberangkatan SM ke Kota Gudeg adalah mencari pekerjaan.
Selama berada di Yogyakarta, SM menghubungi temannya bernama Vito melalui pesan langsung di akun TikTok pada Senin (6/7/2026).
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak keluarga.
Mulyadi mengatakan, Vito berusaha membujuk SM agar bersedia membagikan lokasi sehingga keluarganya dapat melakukan penjemputan.
"Melalui dm Tiktok, Vito merayu SM untuk memberikan lokasi untuk alamat agar bisa dijemput ayah kandung SM, yang kemudian SM mengirim lokasi ke Vito yang berada di Jogja," tutur Mulyadi.
Ayah SM kemudian berangkat ke Yogyakarta dan menjemput putranya pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Selanjutnya, SM dibawa pulang ke rumah neneknya di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
"Dia dijemputnya ayahnya pulang di stasiun Tugu Jogja dan pulang ke rumah neneknya," jelas Mulyadi.
Sebelum peristiwa ini terjadi, tetangga menyebut SM masih berstatus sebagai pelajar kelas IX SMP di Kabupaten Karanganyar.
Namun, beberapa bulan sebelumnya, SM sempat mengutarakan keinginan untuk berhenti sekolah meski alasan di balik keputusannya tidak diketahui.
"Dia kelas 9 SMP, namun di bulan kedua dia pengen keluar dari sekolah, tidak tahu alasannya dia ingin putus sekolah," katanya dilansir dari TribunSolo, Sabtu (4/7/2026).
Setelah dilaporkan hilang, Basarnas sempat mengerahkan 50 personel untuk mencari SM.
Namun, jumlah personel yang diterjunkan berkurang menjadi tiga orang untuk melakukan pengamatan atau monitoring.