Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Muhammad Nurkholis
TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Antusiasme masyarakat terhadap jenjang Sekolah Dasar (SD) di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Tuban, Jawa Timur, masih belum sesuai harapan menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027.
Hingga beberapa hari sebelum kegiatan belajar dimulai, jumlah calon peserta didik yang mendaftar masih jauh di bawah target.
Kondisi tersebut membuat pihak sekolah menyesuaikan rencana penerimaan siswa baru.
Dari target awal tiga rombongan belajar (rombel) dengan total 90 siswa, kini penerimaan difokuskan pada satu rombel berkapasitas sekitar 30 siswa.
Sekolah bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penjaringan calon peserta didik.
Namun, jumlah pendaftar belum juga memenuhi kapasitas satu kelas.
Faktor utama yang memengaruhi rendahnya minat masyarakat adalah masih banyak orang tua yang belum siap melepas anak-anak mereka untuk tinggal jauh dari keluarga selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Baca juga: Kisah Sabrina Masuk Sekolah Rakyat Ponorogo: Rela Tinggalkan MA demi Ringankan Beban Orang Tua
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban, Vera Khairun Nissa, mengatakan hingga Kamis (9/7/2026), jumlah calon siswa SD yang telah mendaftar baru mencapai 14 anak.
Padahal pada tahap awal pemerintah menargetkan penerimaan sebanyak 90 siswa atau tiga rombongan belajar.
Melihat perkembangan tersebut, target penerimaan tahun ini akhirnya disesuaikan.
"Untuk SD, tahun ini targetnya hanya satu rombel," ujar Vera Khairun Nissa.
Vera menjelaskan, rendahnya jumlah pendaftar bukan disebabkan minimnya sosialisasi. Menurutnya, pihak sekolah bersama pendamping PKH telah melakukan penjaringan calon peserta didik di berbagai wilayah.
Namun, banyak keluarga yang masih merasa berat melepas anak mereka tinggal jauh dari rumah.
"Faktornya dari keluarga yang masih belum tega melepas anak jauh dari mereka," imbuhnya.
Sementara itu, jenjang SMP dan SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban telah memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Meski demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan apakah ruang kelas yang sebelumnya disiapkan untuk jenjang SD akan dialihkan menjadi tambahan rombongan belajar untuk SMP atau SMA.
Menurut Vera, seluruh kebijakan mengenai jumlah rombel tetap mengacu pada pagu yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"Sementara masih sesuai pagu dari pusat," pungkasnya.