Prof Jimly: Penggeledahan Rumah Jampidsus di Sentul Cerminkan Konflik Antar-Instansi, Ini Sarannya
Budi Sam Law Malau July 09, 2026 11:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pakar hukum tata negara Prof. Jimly Asshiddiqie menyoroti penggeledahan rumah di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor, yang dilakukan Rabu (8/7/2026) malam hingga Kamis (9/7/2026) dinihari.

Jimly mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan adanya potensi konflik antar-instansi yang perlu segera direspons pemerintah.

Melalui akun X miliknya, @JimlyAs, Kamis (9/7/2026), Jimly meminta kementerian koordinator terkait segera mengambil langkah untuk memastikan proses penegakan hukum tetap berjalan secara efektif dan proporsional.

Baca juga: Geledah 12 Titik, Polisi Sita 74 Kg Emas di Sentul City, Rumah Jampidsus Dijaga Ketat TNI 

Pernyataan tersebut merupakan pandangan Jimly yang merespons informasi yang berkembang di ruang publik terkait rangkaian penyidikan yang dilakukan Polri.

Ia berharap Kemenko terkait atau pemerintah segera turun tangan mengatasi konflik antasinstansi tersebut.

Penggeledahan Sentul Jadi Sorotan

Rumah mewah di kawasan Golf Hijau, Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, digeledah tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Rabu (8/7/2026) malam.

Pantauan media menunjukkan proses penggeledahan berlangsung hingga Kamis dini hari.

Sejumlah personel kepolisian dan Brimob bersenjata laras panjang tampak berjaga di sekitar lokasi.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi menemukan brankas yang disembunyikan di balik dinding atau pintu rahasia.

Dari lokasi itu, penyidik menyita emas batangan seberat 74 kilogram serta uang tunai dalam mata uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura yang diperkirakan bernilai ratusan miliar rupiah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya penyitaan tersebut.

"Iya betul, ditemukan emas dan uang. Perkiraan ratusan miliar rupiah," ujar Budi.

Namun hingga kini, Polri belum mengumumkan secara resmi identitas pemilik rumah yang menjadi lokasi penggeledahan.

Bagian dari Penyidikan Dugaan Korupsi dan TPPU

Penggeledahan di Sentul merupakan pengembangan dari operasi sebelumnya di Kafe de'CLAN Signature dan Koin Money Changer di Cipete, Jakarta Selatan.

Kasus yang sedang diusut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara PT PLN, perkara PT Asabri periode 2020–2025, penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebelumnya, penyidik telah menyita sekitar Rp67,2 miliar dari dua lokasi di Cipete, selain mengamankan dokumen, barang bukti elektronik, dan memeriksa sejumlah saksi.

Secara keseluruhan, penyidik kini telah melakukan penggeledahan di 12 lokasi di wilayah Jabodetabek sebagai bagian dari penelusuran aset dan pengumpulan alat bukti.

Baca juga: Brigjen Trunoyudo Bantah Polisi Geledah Rumah Pribadi Jampidsus Febrie Adriansyah

Isu Rumah Jampidsus dan Penjagaan TNI

Pada waktu yang hampir bersamaan, kediaman Febrie di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, juga dilaporkan dijaga personel TNI.

Sampai kini belum ada pernyataan resmi dari Polri yang mengonfirmasi rumah di Sentul merupakan milik Jampidsus, maupun penjelasan dari Kejaksaan Agung dan TNI terkait penjagaan di kediaman Febrie Adriansyah.

Pernyataan Jimly Asshiddiqie menambah perhatian publik terhadap dinamika penanganan perkara ini.

Ia mengingatkan agar pemerintah memastikan koordinasi antar-instansi tetap terjaga sehingga proses penegakan hukum berlangsung profesional, efektif, proporsional, dan tidak menimbulkan konflik kelembagaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.