Studi: Gelombang Panas Ekstrem Telan Ribuan Korban Jiwa di Jerman
Tribunnews July 09, 2026 11:38 PM

Menurut perkiraan lembaga riset kesehatan nasional Jerman, Robert Koch Institute (RKI), gelombang panas yang melanda Jerman sejak pertengahan Juni lalu telah menyebabkan sekitar 5.100 kematian. Jumlah korban jiwa akibat suhu panas tahun ini bahkan telah melampaui angka kematian tahunan pada beberapa tahun sebelumnya, meski baru di pertengahan tahun. Pada periode 2023 hingga 2025, rata-rata tercatat sekitar 2.900 kematian akibat panas per tahun.

Berdasarkan dua laporan terbaru RKI mengenai angka kematian terkait panas, diperkirakan sekitar 4.310 orang meninggal hanya dalam satu pekan dengan suhu paling ekstrem, yaitu pada tanggal 22–28 Juni 2026. Sementara itu, untuk periode April hingga 21 Juni, RKI memperkirakan terdapat sekitar 810 kematian akibat panas. Namun, menurut juru bicara RKI, hampir seluruh dari sekitar 810 kematian tersebut sebenarnya terjadi pada minggu tanggal 15–21 Juni.

Lansia menjadi kelompok yang paling terdampak

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kelompok usia lanjut menjadi korban terbesar. Hingga 28 Juni, diperkirakan:

- Sekitar 2.950 orang berusia 85 tahun ke atas meninggal akibat panas

- Sekitar 1.320 orang berusia 75–84 tahun

- Sekitar 550 orang berusia 65–74 tahun

- Sekitar 300 orang berusia di bawah 65 tahun

Dampak gelombang panas kemungkinan lebih besar

Menurut RKI, dampak sebenarnya dari gelombang panas ekstrem ini kemungkinan lebih besar daripada yang ditunjukkan oleh model perhitungannya.

Data dari Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) menunjukkan angka kematian berlebih (excess mortality) sebanyak 6.800 kasus selama pekan panas 22–28 Juni. Namun demikian, metode perhitungan yang digunakan Destatis berbeda dengan metode yang digunakan RKI, sehingga kedua angka tersebut tidak dapat dibandingkan secara langsung.

Perbandingan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya (April hingga 28 Juni) memperlihatkan betapa tingginya angka sekitar 5.100 kematian akibat panas tahun ini:

- Tahun 2025: sekitar 560 kematian

- Tahun 2024: sekitar 470 kematian

- Tahun 2023: sekitar 810 kematian.

RKI tidak memiliki data yang lebih lama untuk periode yang sama.

Jauh lebih banyak orang jatuh sakit akibat panas

Peneliti Alexandra Schneider, yang di Helmholtz Zentrum München meneliti pengaruh lingkungan terhadap munculnya penyakit, menilai bahwa perhatian tidak boleh hanya tertuju pada orang yang meninggal akibat panas, tetapi juga pada penyakit yang disebabkan oleh panas.

"Panas merupakan faktor risiko kesehatan yang penting, terutama bagi lansia, orang yang memiliki penyakit bawaan, perempuan hamil, tetapi juga bagi para pekerja yang bekerja di luar ruangan," kata Schneider.

Sementara itu, Veronika Huber dari Institut Dewan Riset Nasional Spanyol (CSIC) di Sevilla, Spanyol bahkan menyebut jumlah korban meninggal akibat panas sebagai "sekadar puncak gunung es." Menurutnya, sangat sulit memperkirakan berapa banyak orang yang harus dirawat di rumah sakit akibat panas, misalnya karena mengalami heat stroke (serangan panas). Namun, pada hari-hari dengan suhu ekstrem, unit gawat darurat dipastikan dipenuhi pasien dan layanan ambulans bekerja di bawah tekanan yang sangat berat. Demikian dilansir dari kantor derita dpa.

Suhu jauh melampaui ambang batas berbahaya

Menurut RKI, pada minggu-minggu ketika suhu rata-rata melebihi 20°C, angka kematian biasanya meningkat secara signifikan dibandingkan minggu-minggu musim panas yang lebih sejuk.

Pada periode 22–28 Juni, suhu rata-rata mingguan secara nasional mencapai 26,4°C, jauh di atas ambang batas yang menurut RKI sudah dapat menyebabkan peningkatan kematian akibat panas secara nyata.

Di seluruh negara bagian Jerman, selama minggu tersebut tercatat suhu rata-rata di atas 20°C.

Juni 2026 dipenuhi rekor suhu ekstrem

Menurut Dinas Cuaca Jerman (DWD), Juni 2026 merupakan bulan Juni terpanas kedua sejak pencatatan cuaca dimulai, dengan suhu rata-rata 19,5°C. Hanya tahun 2019 yang mencatat suhu rata-rata lebih tinggi.

Gelombang panas pada akhir Juni 2026 juga memecahkan beberapa rekor: Malam 27 menuju 28 Juni menjadi malam terhangat sejak pencatatan meteorologi dimulai. Suhu di beberapa lokasi tercatat melampaui 41°C. Pada 27 Juni, sebanyak 46 stasiun cuaca di seluruh Jerman mencatat suhu di atas 40°C.

Panas ekstrem sangat berbahaya bagi lansia

RKI menjelaskan bahwa panas yang sangat tinggi sangat berbahaya terutama bagi kelompok usia lanjut. "Dalam beberapa kasus, misalnya pada serangan panas (heat stroke), paparan panas secara langsung menyebabkan kematian," demikian penjelasan RKI. Sengatan panas biasanya terjadi jika korban mengalami dehidrasi alias kekurangan cairan.

Namun dalam sebagian besar kasus, kematian terjadi akibat kombinasi antara paparan suhu tinggi dengan penyakit yang telah diderita sebelumnya. Oleh karena itu, panas biasanya tidak dicantumkan sebagai penyebab utama kematian pada surat keterangan kematian. Karena alasan tersebut, jumlah kematian akibat panas dihitung menggunakan metode statistik.

Dikutip dari KNA, Para ilmuwan yang diwawancarai Science Media Center (SMC) juga mengingatkan bahwa perkiraan jumlah kematian akibat panas memiliki banyak faktor yang belum diketahui. Mereka menjelaskan: "Suhu tinggi dapat menyebabkan kematian, misalnya melalui serangan panas. Namun, sering kali orang meninggal akibat kombinasi berbagai faktor seperti penyakit sebelumnya dan panas. Karena itu, panas jarang tercatat sebagai penyebab kematian yang jelas, sehingga data yang benar-benar pasti tidak dapat diperoleh."

Rumah sakit dan panti jompo dinilai belum siap menghadapi perubahan iklim

Dikutip dari dpa, Yayasan Perlindungan Pasien Jerman (Deutsche Stiftung Patientenschutz) menyoroti suhu yang terkadang sangat tinggi di panti perawatan lansia dan rumah sakit. Eugen Brysch, ketua yayasan tersebut, mengatakan bahwa fasilitas medis dan perawatan sering kali belum siap menghadapi perubahan iklim.

"Bahkan langkah-langkah paling sederhana seperti pemasangan pelindung dari sinar matahari di bagian luar bangunan masih kurang. Rencana perlindungan terhadap panas berhenti ketika perlindungan pasien mulai membutuhkan biaya, dan pelaksanaannya berjalan lambat," kata Brysch.

Ia menyerukan adanya program investasi penghentian dampak panas (Hitzestopp) dari dana pemerintah federal sebesar 30 miliar euro untuk rumah sakit dan fasilitas perawatan. Ia mendesak pemerintah federal menyediakan program investasi perlindungan terhadap gelombang panas senilai 30 miliar euro bagi rumah sakit dan fasilitas perawatan lansia.

Lebih banyak perempuan menjadi korban

Analisis RKI didasarkan pada data kematian dari Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) serta data suhu udara dari 52 stasiun cuaca DWD. RKI juga mengingatkan bahwa data untuk sembilan minggu terakhir masih dapat berubah karena adanya laporan yang masuk belakangan. Oleh sebab itu, estimasi jumlah kematian akibat panas untuk periode April hingga 28 Juni memiliki rentang yang cukup lebar, yakni antara 4.410 hingga 5.850 kasus.

Selain itu, data RKI menunjukkan bahwa lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki meninggal dunia akibat panas, yang terutama disebabkan oleh fakta bahwa jumlah perempuan jauh lebih besar pada kelompok usia lanjut, yaitu kelompok yang paling rentan terhadap dampak gelombang panas, demikian dilansir dari dpa.

*Editor: Rizki Nugraha

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.