Bawaslu Kota Langsa Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Libatkan 45 Peserta
Ansari Hasyim July 10, 2026 12:03 AM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa

SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Langsa menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Aula Bawaslu Kota Langsa, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan bertema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" ini diikuti 45 peserta dari berbagai unsur masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pengawasan demokrasi.

P2P merupakan bagian dari upaya strategis Bawaslu untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pengawasan pemilu secara partisipatif.

Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai kepemiluan, pencegahan pelanggaran, serta pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029.

Anggota Bawaslu Provinsi Aceh, Yusriadi, yang membuka kegiatan tersebut secara resmi, menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan oleh Bawaslu semata.

Baca juga: Bawaslu Aceh Besar Sosialisasikan Debat Penegakan Hukum Pemilu di FH Unaya

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi.

"Melalui P2P ini, kita harapkan lahir kader-kader pengawas yang kritis, berani, dan berkomitmen terhadap keadilan pemilu," ujar Yusriadi.

Ketua Bawaslu Kota Langsa, Taufiqurrahman, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat demokrasi berbasis partisipasi masyarakat.

Menurutnya, Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama.

"Kami ingin memastikan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga menjadi gerakan bersama demi terwujudnya Pemilu 2029 yang bermartabat," kata Taufiqurrahman.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Langsa, Sri Wahyuni, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu.

"Melalui kegiatan ini, kami mendorong generasi muda untuk lebih aktif, kritis, dan berani terlibat dalam pengawasan partisipatif. Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah potensi pelanggaran sejak dini," ujarnya.

Anggota Bawaslu Kota Langsa Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Marida Fitriani, menambahkan bahwa pemahaman terhadap regulasi dan mekanisme pengawasan menjadi kunci dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu.

Ia berharap para peserta P2P dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus melaporkan dugaan pelanggaran sesuai prosedur yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Langsa berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengawasan pemilu semakin meningkat. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, pelaksanaan Pemilu 2029 diharapkan dapat berlangsung lebih transparan, jujur, adil, dan berintegritas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.