Laporan Wartawan TribunJatim.com, Danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Seorang penumpang KA Logawa mengaku tidak mengira kereta yang ditumpanginya terlibat kecelakaan dengan truk ekspedisi dan sepeda motor di perlintasan kereta api di Kabupaten Nganjuk, Kamis (9/7/2026) sekira pukul 14.15 WIB.
Muhammad Zidan (20), yang menumpang KA Logawa relasi Purwokerto–Ketapang dari Surabaya menuju Yogyakarta, mengatakan sempat merasakan guncangan keras saat kereta melintas.
Saat itu, ia mengira kereta hanya melindas batu yang berada di atas rel.
"Saya kira guncangan itu imbas roda kereta melindas batu di rel. Saya kira ada orang iseng meletakkan batu di atas rel. Ternyata kecelakaan. Kereta juga sempat mengerem," katanya.
Kecelakaan terjadi di jalur perlintasan kereta api langsung (JPL) 103, Jalan Raya Surabaya–Madiun, Desa Banaran Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk.
Insiden melibatkan KA Logawa, truk ekspedisi JNT, dan sepeda motor Honda Supra.
Baca juga: Diduga Petugas Telat Tutup Palang Pintu, KA Logawa Tabrak Truk di Nganjuk hingga Tewaskan 1 Orang
Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk, Ipda Wahby Irfan Izzudin, mengatakan kecelakaan bermula ketika truk JNT yang dikemudikan Tabah Nur Arriski (21) dan sepeda motor yang dikendarai Djamiran (64) melintas dari arah barat ke timur.
"Pada saat bersamaan muncul kereta api Logawa dari timur ke barat," jelasnya.
Benturan keras membuat bagian depan truk hancur dan kendaraan tersebut terpental hingga menimpa sepeda motor Honda Supra.
Kondisi bodi depan truk ringsek parah termasuk motor Honda Supra turut mengalami kerusakan.
"Pengemudi truk meninggal dunia dengan luka di kepala, tangan, dan kaki. Pengemudi Honda Supra mengalami luka pada kaki kanan dan tangan kanan patah," ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: KA Logawa Tabrak Truk JNT di Nganjuk, Kendaraan Terpental Timpa Pemotor, Sopir Tewas
Jenazah korban meninggal dunia, yakni sopir truk, dievakuasi ke RS Bhayangkara Nganjuk.
Sementara, pengemudi motor, dilarikan ke RSUD Nganjuk untuk mendapatkan perawatan intensif.
Ia menyatakan saat peristiwa terjadi palang pintu perlintasan telat menutup.
Karena hal tersebut, truk ekspedisi JNT terus melaju hingga tertabrak kereta api Logawa.
Benturan keras membuat truk JNT sampai terhempas hingga menimpa pengendara motor Honda Supra.
Baca juga: Satlantas Nganjuk Olah TKP Kecelakaan KA Logawa dan Truk JNT, Kemacetan Sempat Mengular hingga 4 Km
"Identifikasi awal, kemungkinan petugas penjaga jalan lintasan telat menutup palang pintu," urainya.
Kendati demikian, lanjut Wahby pihaknya masih melakukan penelusuran fakta insiden kecelakaan ini.
Petugas penjaga jalan lintasan juga tengah diperiksa.
"Kami menelusuri lebih lanjut terkait fakta dalam kejadian dan memeriksa saksi. Kami turut meminta keterangan dari petugas palang pintu. Termasuk memeriksa CCTV," paparnya.
Semetara itu, Tribun Jatim Network dapat menghimpun rekaman CCTV yang menyorot lokasi kecelakaan.
Baca juga: Dampak Kecelakaan Kereta di Nganjuk, KA Ranggajati Tujuan Jember Terlambat Lebih dari 2 Jam
Berdasar rekaman CCTV itu, memang terlihat palang pintu telat menutup.
Palang pintu baru tertutup saat kereta api Logawa menghantam truk JNT.