Setelah MCU Terintegrasi, Persebaya Lanjut Petakan Kondisi Pemain dengan Teknologi VALD Performance
Dyan Rekohadi July 10, 2026 01:05 AM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Persebaya benar-benar serius menyiapkan timnya. Bukan hanya pada perburuan pemain, tapi bagaimana memastikan kondisi semua skuadnya siap tampil. 

Setelah melakukan serangkaian medical check-up terintegrasi lewat kerja sama dengan Mayapada Hospital, Persebaya juga melakukan pemetaan kondisi pemainnya lewat pendekatan teknologi.

Bukan mengandalkan tes fisik konvensional, tapi menggunakan serangkaian perangkat VALD Performance.

Perangkat itu selama ini yang digunakan oleh tim-tim besar di Eropa, termasuk mayoritas klub Premier League Inggris.

Perangkat VALD Performance memang bukan barang baru, tapi penggunaannya di Indonesia masih jarang.

Bahkan PSSI sendiri baru mengenalkannya tahun ini di acara Medical Workshop.

Persebaya bersama DBL Indonesia sudah menginvestasikan alat ini sejak tahun lalu. Bahkan sudah dipakai di DBL Camp, program pemusatan pelatihan basket pelajar untuk para pemain terpilih di kompetisi DBL. 

CEO Persebaya Azrul Ananda menyaksikan langsung proses measurement test para pemainnya di Gelora Bung Tomo, Kamis 9 Juli 2026. Agenda itu di-handle oleh tim pelatih utama Persebaya Academy.

Dalam kesempatan itu Azrul menegaskan bahwa sambil terus membangun tim yang kuat, baik kepelatihan dan pemain, Persebaya juga bertahap mengembangkan infrastruktur pendukung, termasuk sports science. 

“Sejak tahun lalu kami sudah membangun gym dan terus melengkapinya. Kemudian sejak awal tahun Persebaya Academy bersama DBL Indonesia sudah investasi perangkat sports science seperti VALD Performance ini,” jelasnya.

Azrul juga menegaskan Persebaya telah berinvestasi cukup besar di sistem analisis baru.

Sistem itu diharapkan bisa membantu manajemen dan pelatih dalam scouting dan pemilihan pemain sesuai kebutuhan dan filosofi bermain.

“Tentu harapannya ini semua bisa membantu Persebaya meraih target tertinggi musim ini. Paling tidak, akan menjadi fondasi lebih baik dan konsisten untuk Persebaya jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Baca juga: Yuran Fernandes Tidak Sabar Ingin Rasakan Dukungan Bonek saat Bela Persebaya

Data Fisik Dibangun dari Hulu hingga Hilir


Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Widjaja, Sp.OT(K), menambahkan, penggunaan VALD Performance merupakan bagian dari sistem pemeriksaan pemain yang disusun secara menyeluruh sebelum kompetisi dimulai. Dari hulu sampai hilir.

Ia menjelaskan, seluruh proses diawali dengan memastikan setiap pemain berada dalam kondisi sehat.

Tahap pertama dilakukan melalui pemeriksaan medis bersama tim dokter di Mayapada Hospital. Dokter yang terlibat multidisiplin. Pemeriksaan bahkan sampai pada pengecekan fungsional gerak oleh dokter sports medicine.

Baru setelah seluruh tahapan tersebut selesai, pemain menjalani serangkaian pengukuran menggunakan perangkat VALD Performance, yang dihandle oleh tim coach utama Persebaya Academy.

Melalui perangkat tersebut, hasil pemeriksaan klinis diterjemahkan menjadi data kuantitatif berupa angka-angka yang dapat diukur dan dibandingkan dari waktu ke waktu.

"Angka-angka ini menjadi data dasar bagi pelatih fisik maupun pelatih teknik untuk menyusun program pemain selama satu musim. Bagi tim medis, data ini juga menjadi profil setiap pemain untuk melihat aspek pencegahan cedera sekaligus peningkatan performa," jelas pria yang akrab disapa dr Tommy itu.

Menariknya, penggunaan teknologi VALD Performance kini juga mulai menjadi perhatian di level nasional.

Dalam Medical Workshop yang digelar PSSI baru-baru ini, kata dr Tommy, perangkat tersebut turut diperkenalkan sebagai bagian dari pengembangan sports science di sepak bola Indonesia dan telah digunakan di lingkungan tim nasional. 

Namun bagi Persebaya, implementasi teknologi tersebut bukan lagi sebatas pengenalan. Klub sudah lebih dahulu mengintegrasikannya ke dalam sistem monitoring kondisi fisik pemain sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim 2026/2027.(*)

Berikut nama perangkat dan jenis tes yang dilakukan dengan teknologi Vald Performance:

1.⁠ ⁠Forcedecks (Dual Force Plate System)

CMJ (Countermovement Jump): mengukur daya ledak (explosive power) otot tungkai dan tingkat kelelahan sistem saraf pusat (neuromuskular). Jika tinggi lompatan atau daya yang dihasilkan menurun dari baseline, artinya pemain sedang mengalami kelelahan kronis (fatigue) dan butuh istirahat agar tidak cedera.
Squat Jump: mengukur kekuatan murni otot tanpa memanfaatkan efek pegas tubuh (tanpa countermovement). Berguna untuk melihat kemampuan akselerasi awal pemain saat mulai berlari cepat.
Single Leg Jump: mendeteksi asimetri (ketidakseimbangan) kekuatan antara kaki kanan dan kiri. Dalam sepak bola, ketidakseimbangan di atas 10-15 persen adalah alarm bahaya yang meningkatkan risiko cedera lutut (seperti ACL).

2.⁠ ⁠Forceframe (Strength Testing System)

Hip Adduction: mengukur kekuatan otot selangkangan (groin/adductor). Otot selangkangan yang lemah sangat rentan cedera akibat gerakan operan, tendangan keras, atau perubahan arah mendadak.
Hip Abduction: Untuk mengukur kekuatan otot pantat dan pinggul luar (Gluteus Medius & Minimus), menjaga stabilitas lutut saat landing dan cutting serta menghitung rasio kekuatan adductor vs abductor.
Knee Extension & Flexion: mengukur kekuatan otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstring). Rasio kekuatan keduanya harus seimbang agar sendi lutut stabil saat pemain melakukan sprint atau duel fisik.
Shoulder Internal/External Rotate & Adduction (khusus Kiper/GK): Sendi bahu kiper Persebaya harus sangat kuat dan stabil untuk melakukan penyelamatan, menepis bola keras, jatuh mendarat, atau melempar bola jauh. Tes ini memastikan otot-otot rotator cuff kiper dalam kondisi optimal dan seimbang.

3.⁠ ⁠Nordbord (Hamstring Testing System)

Nordic (Nordic Hamstring Exercise): cedera hamstring adalah salah satu cedera paling sering dan merugikan di sepak bola (akibat sprint intensitas tinggi). Oleh karena itu alat ini digunakan untuk memastikan otot hamstring pemain Persebaya cukup kuat menahan beban saat memanjang. Jika skor Nordic pemain rendah, tim pelatih akan memberikan menu latihan penguatan khusus sebelum pemain tersebut diturunkan dalam pertandingan resmi.

4.⁠ ⁠Human Trak (Movement Analysis System)

CMJ & Single Leg CMJ (Analisis Gerakan): Berbeda dengan Force Decks yang mengukur gaya/force, Human Trak melihat kualitas gerakan. Alat ini mendeteksi apakah saat mendarat lutut pemain menekuk ke dalam (valgus) atau posisi panggul miring. Gerakan mendarat yang salah sangat berbahaya bagi keselamatan ligamen lutut.

5.⁠ ⁠Smartspeed (Timing Gate System)

T-Test: Tes kelincahan (agility) yang mengharuskan pemain lari maju, menyamping (kiri-kanan), dan mundur membentuk huruf T. Ini mensimulasikan situasi pertandingan di mana pemain Persebaya harus cepat mengubah arah untuk membayangi lawan atau mengejar bola.

Bronco Test: Tes lari bolak-balik (jarak 20m, 40m, 60m dilakukan 5 kali berturut-turut) untuk mengukur kapasitas aerobik (VO2 Max) dan ketahanan (endurance) spesifik sepak bola. Tes ini membantu pelatih fisik melihat pemain mana yang punya kapasitas aerobik untuk mendominasi permainan selama 90 menit penuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.