SURYA.CO.ID – Persaingan menuju babak empat besar HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025-2026 semakin memanas.
Empat tim akhirnya memastikan tempat di semifinal setelah melalui laga penentuan pada matchday ketiga babak penyisihan grup yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026).
Sejumlah pertandingan berlangsung ketat dengan tensi tinggi karena setiap tim memburu kemenangan demi menjaga peluang meraih gelar juara.
Di sektor U-15, dominasi Mojang Priangan Ciamis berlanjut tanpa cela, sementara sektor U-18 menyajikan duel sengit antara Putri JP Jakarta dan Tigers Football Academy Surabaya yang baru ditentukan lewat satu gol.
Di kelompok U-15, Mojang Priangan Ciamis menegaskan status sebagai juara Grup A setelah mengalahkan Arema FC Women Malang dengan skor 3-0.
Baca juga: Arema FC Women Menggila, Tigers Surabaya Ditahan Imbang di Laga Perdana HYDROPLUS Soccer League
Hasil tersebut membuat Mojang Priangan menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan catatan sempurna tanpa sekali pun kebobolan. Meski kalah, Arema FC Women tetap melaju ke semifinal sebagai runner-up grup.
Sementara itu, Putri Surakarta menutup fase grup dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Putri Tangsel City Tangerang Selatan. Hasil tersebut menempatkan Putri Surakarta di peringkat ketiga dengan tiga poin, sedangkan Putri Tangsel City menjadi juru kunci tanpa meraih poin.
Pertandingan paling menegangkan tersaji di sektor U-18 saat Putri JP Jakarta menghadapi Tigers Football Academy Surabaya. Kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin sehingga kemenangan menjadi harga mati untuk mengamankan tiket semifinal.
Sejak awal laga, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka dengan duel sengit di lini tengah. Putri JP Jakarta lebih dulu mengancam melalui tendangan bebas Lareina Ramira Savvy pada menit kelima, namun masih mampu diamankan penjaga gawang Tigers Football Academy, Kheysa Bunga Alkalivi.
Baca juga: 16 Tim Terbaik Berlaga di Hydroplus Soccer League All-Stars, Mimpi Menuju Timnas Putri Kian Dekat
Tigers Football Academy juga beberapa kali membalas melalui serangan balik cepat. Peluang Dinda Yosephine Manurung, Fiorenza Shabira Yudhana, hingga Michel Putri Arifiana belum mampu mengubah kedudukan.
Babak pertama berakhir tanpa gol setelah kedua tim saling menggagalkan peluang.
Memasuki babak kedua, Putri JP Jakarta meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-39 ketika Kikka Putri Ramadani memanfaatkan bola pantul sapuan pemain belakang Tigers Football Academy sebelum melepaskan sepakan terarah yang gagal dibendung Kheysa Bunga Alkalivi.
Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta hingga pertandingan berakhir.
Tigers Football Academy berusaha menyamakan kedudukan pada sisa waktu pertandingan, termasuk dalam tambahan waktu empat menit. Namun, disiplin lini belakang Putri JP Jakarta mampu mempertahankan keunggulan 1-0 sekaligus memastikan status juara grup dengan koleksi tujuh poin.
Pelatih Putri JP Jakarta, Herry Susilo, mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang mampu tetap tenang menghadapi tekanan sepanjang pertandingan.
“Dari awal kami sudah menginstruksikan bahwa ambil poin penuh, membuat gol secepat mungkin agar tim lebih nyaman dan dapat menikmati. Tapi ternyata memang lawan juga solid akhirnya kami sempat kesulitan juga. Alhamdulillah di babak kedua tercipta gol. Inilah permainan Putri JP Jakarta, tidak terburu-buru. Insya Allah kami akan melatih untuk persiapan semifinal tapi lihat dulu siapa lawannya. Kami tekankan ‘berlatihlah seperti bertanding, bertandinglah seperti berlatih’,” ucap Coach Herry.
Gelandang Putri JP Jakarta, Lareina Ramira Savvy, mengatakan seluruh pemain tetap fokus mengejar kemenangan.
“Kami sebagai tim punya target yang ingin dicapai bersama-sama. Kami punya set piece yang bisa dipakai, kami semua ingin mencetak gol. Tapi kami tidak boleh egois dan harus mementingkan tim dulu. Pertandingan kali ini, tim kami sudah fokus dengan tujuan awal kita yaitu menang. Instruksi dari pelatih yaitu, main yang bagus, cetak gol dan menang,” kata Reina.
Di kubu Tigers Football Academy Surabaya, kegagalan lolos ke semifinal menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Pelatih Agustina Indah Mahardika menilai para pemain telah menunjukkan perkembangan, terutama dari sisi mental bertanding.
“Kami mengevaluasi hasil pertandingan di fase grup. Perlu digaris bawahi ada perkembangan positif untuk pemain kami, yakni mental mereka. Untuk bisa sampai di putaran nasional ini kami tidak hanya mempersiapkan fisik tapi juga strategi, taktik dan lain-lain. Jadi terlepas dari kami lolos atau tidak, kami memanfaatkan semaksimal mungkin dengan mengevaluasi yang menjadi kesalahan di pertandingan sebelumnya. Hal ini akan menjadi pedoman saya untuk ke depan bisa membawa tim lebih baik lagi. Kami akan memberi mereka motivasi bahwa ini bukan akhir segalanya,” ucap Coach Tina.
Senada dengan pelatihnya, gelandang Tigers Football Academy, Fiorenza Shabira Yudhana, mengaku banyak mendapat pelajaran berharga selama tampil di putaran nasional.
“Kerjasama dan pola permainan kami sudah bagus. Tapi bola kan bundar, jadi kita tadi tertinggal di babak kedua. Cukup mengecewakan, setidaknya kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Meski kalah, masih ada asa untuk dilirik tim talent scouting buat timnas. Pastinya aku challenge diriku untuk terus upgrade skill dan termotivasi jadi yang terbaik,” tutur Enza.