Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik
TRIBUNJATIM.COM, JEMBER – Proyek pembangunan megaproyek Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi I Kabupaten Jember di Kecamatan Ajung kini telah mencapai progres 90,32 persen.
Meski belum rampung sepenuhnya, kompleks pendidikan megah senilai Rp1,2 triliun ini dipastikan siap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin pekan depan, 13 Juli 2026.
Kesiapan tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI, Mokhamad O. Royani, serta sejumlah jajaran pejabat terkait pada Kamis (9/7/2026) sore.
Mokhamad O. Royani, yang akrab disapa Roni, menjelaskan bahwa SR Terintegrasi I Jember masuk dalam klasifikasi tier pertama dari sisi kesiapan operasional fungsional bangunan sehingga sudah sangat layak digunakan sebagai lokasi pembelajaran.
Baca juga: Ratusan Petani di Jember Ditipu, Identitas Dipinjam untuk Kredit Fiktif Senilai Rp41,4 Miliar
"Untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi I Jember ini masuk dalam tier pertama yang sudah siap. Karenanya, pada 13 Juli nanti para siswa baru akan melakukan registrasi untuk masuk ke sini, dilanjutkan dengan rangkaian MPLS," ujar Roni di sela-sela peninjauan gedung, Kamis (9/7/2026).
Menyiasati kekurangan tenaga pendidik tetap karena proses rekrutmen SD, SMP, dan SMA masih berjalan, Kementerian Sosial akan berkolaborasi dengan jajaran Pemkab Jember untuk mendatangkan guru tamu pengajar dari sekolah-sekolah sekitar.
Kepala SR Jember, Kartika Sari Dewi, merinci bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari kuota siswa SMP dan SMA yang langsung ludes terisi masing-masing sebanyak 90 anak. Sementara untuk jenjang SD, saat ini baru tercatat 48 anak dari pagu maksimal 90 anak.
Seluruh siswa baru tersebut nantinya akan bergabung dengan 95 siswa eksisting angkatan tahun lalu yang selama ini menempati gedung pembelajaran sementara di Kecamatan Patrang.
"Nanti setelah MPLS selesai pada 31 Juli, anak-anak akan langsung diarahkan mengikuti masa matrikulasi pembelajaran selama tiga bulan penuh," kata Kartika.
Langkah matrikulasi ini dinilai krusial sebagai jembatan pendampingan mental serta pemulihan kemampuan dasar (diagnostic), literasi, dan numerasi siswa.
Pasalnya, pihak sekolah kerap menemui kasus anak-anak usia belasan tahun dari latar belakang prasejahtera yang masih mengalami kendala dasar seperti kesulitan membaca dan menulis.
Terkait sisa kuota jenjang SD yang masih lowong, Kartika menegaskan pendaftaran tetap dibuka secara berjalan. Jika ditemukan anak putus sekolah atau anak dari keluarga miskin yang masuk kategori desil 1 dan desil 2, mereka dapat langsung diakomodasi masuk setelah melalui proses asesmen berkas.
Mengingat pengerjaan fisik oleh PT Nindya Karya masih menyisakan waktu hingga kontrak berakhir pada 30 Juli 2026, aktivitas siswa pada pekan depan akan dilokalisasi di "Zona Hijau" yang aman dari hilir mudik pekerja, tepatnya di area klaster bangunan SMP.
Melihat kemegahan fasilitas gedung di atas lahan seluas 7,5 hektare tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku terharu sekaligus bangga atas realisasi proyek berskala Provinsi Jawa Timur 4 ini.
"Saya sangat bahagia, dan merinding. Hari ini Kabupaten Jember mendapatkan fasilitas sekolah yang mungkin paling megah dengan fasilitas lengkap; ada dua lapangan basket, lapangan sepak bola, hingga asrama. Istimewanya, ini diperuntukkan gratis bagi warga miskin desil 1 dan desil 2. Ini adalah wujud nyata kehadiran dan keberpihakan negara," tutur bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Gus Fawait menegaskan, Pemkab Jember berkomitmen penuh menyukseskan program pusat ini demi memutus mata rantai kemiskinan struktural lewat jalur afirmasi pendidikan.
Pihaknya bahkan telah menginstruksikan seluruh camat, lurah, hingga kepala desa untuk menyisir dan mendata anak-anak putus sekolah akibat kendala biaya ekonomi keluarga.
Di samping misi sosial, Gus Fawait optimistis pengoperasian SR Terintegrasi I yang lokasinya bersebelahan persis dengan kompleks Stadion Jember Sport Garden (JSG) ini akan menciptakan multiflyer efek yang kuat bagi perputaran roda ekonomi dan melahirkan pusat keramaian ekonomi baru di wilayah Ajung.