Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyampaikan pendapatnya secara terbuka mengenai kemenangan Argentina atas Mesir di ajang Piala Dunia.
Pertandingan tersebut sempat mengisyaratkan kejutan besar, ketika juara bertahan Argentina tertinggal 0-2 dengan waktu tersisa sedikit lebih dari sepuluh menit, setelah Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama.
Namun, kebangkitan luar biasa di menit-menit akhir membawa Argentina menang 3-2 atas tim asal Afrika Utara tersebut dan melaju ke perempat final.
Para pemain Mesir terlihat kecewa berat setelah sejumlah keputusan wasit dianggap merugikan mereka dalam laga yang bisa saja berakhir berbeda. Sebuah gol yang dianulir pada awal pertandingan serta dugaan pelanggaran terhadap Mo Salah dalam proses gol kemenangan Argentina menjadi dua momen paling kontroversial. Beberapa pemain Mesir bahkan menuduh bahwa pertandingan tersebut telah “diatur”.
Enzo Fernández menjadi pencetak gol penentu kemenangan Argentina atas Mesir.
Meskipun Zohran Mamdani tidak sampai menuduh sejauh itu, ia tampak sependapat dengan pandangan para pemain Mesir terkait sejumlah keputusan wasit yang merugikan tim tersebut.
Dalam sebuah pidato mengenai transportasi, Mamdani melontarkan komentar santai dengan mengatakan bahwa warga New York kini memiliki lebih banyak waktu untuk “sepakat dengan teman-teman bahwa Mesir dirampok kemarin” berkat adanya jalur bus tambahan di kota tersebut.
Ia kemudian mengulangi pernyataannya di bagian lain pidato itu dengan mengatakan: “Dengan tambahan enam menit waktu saya [karena transportasi umum lebih cepat], mungkin saya akan menonton ulang cuplikan Mesir yang dirampok itu berulang kali.”
FIFA dengan cepat membantah tuduhan yang dilontarkan oleh tim Mesir bahwa ada unsur manipulasi dalam pertandingan tersebut.
Kepala Departemen Wasit FIFA, Pierluigi Collina, memberikan dukungan penuh kepada wasit Francois Letexier dan menegaskan bahwa standar perwasitan di seluruh turnamen tetap tinggi. Ia menyebut tuduhan dari pihak Mesir sebagai “tidak berdasar”.
Dalam wawancara usai babak 16 besar, Collina mengatakan: “Diskusi konstruktif mengenai keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola. Namun tuduhan yang tidak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita. Tidak ada seorang pun yang boleh meragukan integritas para ofisial pertandingan Piala Dunia FIFA. Ketika hal seperti ini terjadi, bisa muncul reaksi yang berujung pada ancaman terhadap mereka dan keluarganya. Hal ini jelas tidak dapat diterima.”