Pratinjau: Prancis dan Maroko Bentrok dalam Duel Raksasa di Perempat Final Boston
Budi Santoso July 10, 2026 05:11 AM

Dua tim paling menarik di turnamen tahun ini, Prancis dan Maroko, telah melangkah ke babak perempat final di mana keduanya akan saling berhadapan di Boston.

Skuad Prancis asuhan Didier Deschamps datang ke Amerika Utara sebagai salah satu favorit untuk mengangkat trofi Piala Dunia untuk ketiga kalinya, dan sejauh ini mereka tidak mengecewakan.

Setelah dengan mudah melewati salah satu grup terberat di turnamen, Prancis menyingkirkan Swedia dengan mudah. Tim Skandinavia itu tidak mampu menahan serangan mematikan Prancis yang dipimpin oleh Michael Olise, Ousmane Dembélé, Bradley Barcola, dan tentu saja Kylian Mbappé.

Kemudian, Prancis menampilkan sisi berbeda saat menghadapi Paraguay di laga berikutnya. Paraguay, yang sebelumnya menyingkirkan Jerman lewat adu penalti, mencoba menerapkan pendekatan keras dan defensif yang sama.

Strategi itu hampir berhasil, namun Prancis menunjukkan kecerdikan dan agresivitas mereka untuk bangkit melawan Paraguay. Mereka mungkin sedikit beruntung berkat penalti Kylian Mbappé, tetapi keberanian mereka patut diapresiasi.

Di sisi lain, lawan mereka telah menunjukkan ketangguhan luar biasa selama empat tahun terakhir. Maroko menjadi tim terbaik di Afrika dan kini menargetkan semifinal kedua berturut-turut di Piala Dunia.

Di bawah asuhan pelatih Mohamed Ouhabi, Singa Atlas mencatatkan lima laga tak terkalahkan di Piala Dunia untuk kedua kalinya secara beruntun dan kini dengan nyaman berada di peringkat 10 besar dunia.

Kampanye mereka dimulai melawan Brasil, di mana Maroko merasa kurang beruntung gagal meraih tiga poin penuh. Babak pertama yang dominan hanya menghasilkan satu gol melalui Ismael Saibari, sebelum disamakan oleh penyelesaian cerdas dari winger bintang Vinicius Junior.

Selanjutnya, mereka mengalahkan Skotlandia di Boston dalam laga yang berlangsung cukup ketat, dengan gol cepat dari Saibari dalam 70 detik pertama. Mereka menutup fase grup dengan kemenangan menarik 4-2 atas Haiti.

Di babak 32 besar, Maroko menghadapi Belanda. Gol telat Issa Diop menyamakan kedudukan setelah Cody Gakpo membuka skor lebih dulu.

Setelah kedua tim tak bisa dipisahkan hingga 120 menit, laga berlanjut ke adu penalti. Maroko akhirnya menang setelah Justin Kluivert, Crycensio Summerville, dan Quinten Timber gagal mengeksekusi penalti mereka.

Kemenangan dramatis itu menegaskan bahwa Maroko kembali menjadi penantang serius, dan kemenangan meyakinkan atas Kanada, salah satu tuan rumah, membawa mereka ke laga besar melawan Prancis ini.

Kapten Prancis, Kylian Mbappé, kembali menunjukkan performa luar biasa di turnamen kali ini. Ia kini hanya tertinggal satu gol dari Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia, dengan total 19 gol dalam 19 pertandingan — capaian luar biasa dibandingkan 31 laga yang dibutuhkan Messi untuk mencapai angka itu.

Satu-satunya masalah cedera bagi Deschamps ada di lini tengah. Gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouaméni, absen dalam dua pertandingan terakhir karena cedera paha.

Penggantinya, Koauadio Koné, belum mampu tampil mengesankan dan terkadang membuat Adrian Rabiot bekerja sendirian di lini tengah. Tchouaméni mungkin akan pulih tepat waktu untuk laga ini, tetapi Deschamps masih merahasiakan keputusannya.

Bagi Maroko, masalah cedera mereka jauh lebih serius. Pencetak gol terbanyak mereka di turnamen, Ismael Saibari, ditarik keluar saat melawan Kanada karena cedera hamstring. Saibari hanya bermain selama setengah jam, dan kehilangan dirinya bisa menjadi pukulan besar bagi tim Ouhabi.

Soufiane Rahmi menggantikan Saibari dalam kemenangan atas Kanada, namun kemampuannya belum mampu menyamai dampak besar yang diberikan Saibari.

Kabar baik bagi Maroko datang dari lini belakang, di mana Chiadi Riad siap kembali dari cedera dan kemungkinan cukup fit untuk menjadi starter, melengkapi formasi terbaik mereka di pertahanan. Riad menggantikan Redouane Halhal dalam kemenangan atas Kanada.

Prancis dan Maroko baru dua kali bertemu sebelumnya. Pertemuan terakhir terjadi di semifinal Piala Dunia Qatar, di mana Prancis menang 2-0. Pertemuan pertama terjadi pada 2007 dan berakhir imbang 2-2.

Laga hari Kamis ini bisa menjadi kesempatan bagi Maroko untuk membalas kekalahan sebelumnya dan mengguncang persaingan perebutan Piala Dunia, atau justru menjadi ajang bagi Prancis untuk kembali membuktikan kehebatan dan dominasi mereka di panggung dunia.

Pertandingan perempat final antara Prancis dan Maroko akan dimulai pukul 21:00 (BST) di Boston, dengan siaran langsung di BBC One, ITV, ITVX, dan STV Player.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.