Geledah Rumah Mewah , Kortas Tipidkor Polri Temukan Emas 74 Kg di Brankas
muslimah July 10, 2026 07:10 AM

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Polisi menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Parahyangan Golf II, Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, mulai Rabu (8/7/2026) malam hingga Kamis (9/7/2026) subuh.

Penggeledahan berlangsung selama hampir delapan jam, mulai Rabu sekitar pukul 21.00 WIB dan baru rampung pada Kamis pukul 05.00 WIB. 

Penggeledahan dilakukan dengan skema joint investigation oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan penyidik menemukan sebuah brankas tersembunyi di dinding rumah tersebut.

Brankas tersebut dalam kondisi terkunci.

Polisi kemudian memanggil Roy, seorang ahli kunci asal Ciawi, Kabupaten Bogor, untuk membongkar brankas tersebut.

"Tadi sama Polres Bogor dipanggil, ditelpon suruh dateng ke sini suruh bantu katanya ada kerjaan bongkar brangkas," kata Roy di lokasi, Kamis (9/7/2026). 

Roy mengaku dihubungi, pada Rabu sekitar pukul 21.30.

Setibanya di lokasi, ia bersama rekannya langsung membongkar brankas menggunakan gerinda.

Menurut dia, proses pembukaan brankas tidak memakan waktu lama, hanya sekitar 15 menit.

"Digerinda aja, gak pake las gerak cepat," ungkapnya.

Kepala Kortas (Kakortas) Tipidkor Mabes Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto mengungkapkan, setelah dibuka, brankas itu berisi tujuh koper yang menyimpan 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat (USD), 14.083.800 dolar Singapura (SGD), serta uang tunai Rp 100 juta.

"Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," tambah Totok di lokasi, Kamis.  

Selain emas dan uang, penyidik juga menyita sejumlah dokumen, telepon seluler, hingga foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang yang tersimpan di dalam brankas.

"Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan," ujarnya. 

Totok mengatakan penyidik masih mendalami identitas pemilik rumah maupun keterkaitannya dengan perkara yang sedang diusut.

"Sampai saat ini masih pada proses untuk penggeledahan, kemudian beberapa pembuktian," terang Totok. 

Dia juga memastikan hingga kini belum ada pihak yang ditangkap dalam peristiwa tersebut.

"Belum (ada yang ditangkap), masih nunggu. Nanti secara detail akan kita sampaikan setelah seluruhnya proses penyidikan dilakukan," ujarnya. 

Tiga perkara

Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari penyidikan tiga perkara, yakni dugaan korupsi tata kelola batu bara yang diduga memicu pemadaman listrik massal, dugaan korupsi pengelolaan PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020-2025, serta dugaan tindak pidana pencucian uang terkait penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penyelidikan dan penyidikan dilakukan oleh tim gabungan Kortas Tipidkor Mabes Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

"Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan,” kata Budi. 

Pada hari yang sama, penggeledahan juga berlangsung di 11 lokasi lainnya di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Bogor.

Selain rumah di Sentul City, penyidik juga menggeledah di Kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan. 

Selain temuan di Sentul, penyidik juga menyita uang dari Kafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete Selatan.

Dari brankas di kafe tersebut, penyidik menyita 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar AS, dan Rp 259,16 juta dengan nilai sekitar Rp 60 miliar. 

Dijaga ketat

Sementara itu, pada Kamis kemarin, pemandangan tak biasa tersaji di halaman depan Polda Metro Jaya.

Puluhan kendaraan taktis milik Korps Brigade Mobile (Brimob) tampak terparkir rapi hingga malam hari.

Pantauan Warta Kota (Tribun Network), hingga pukul 19.00 WIB, deretan sepeda motor trail memenuhi bagian depan Polda Metro Jaya.  

Di sisi lain, sejumlah bus, truk, hingga kendaraan taktis juga masih berada di lokasi, yang menjadi penanda bahwa pengamanan sempat diperkuat.

Terlihat pula sejumlah anggota Brimob kembali bersiaga pada malam hari.

Informasi yang dihimpun menunjukkan pengamanan sempat diperketat, sejak Kamis pagi.

Sejumlah personel Brimob disiagakan dengan membawa senjata laras panjang. 

Memasuki siang hari, situasi berangsur berubah. Personel Brimob yang sebelumnya berjaga tak lagi tampak di halaman depan.

Kendati demikian, kendaraan operasional Korps Brimob masih tetap terparkir di lokasi hingga malam.

Peningkatan pengamanan tersebut dilakukan setelah penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi yang berkaitan dengan penyidikan tiga perkara dugaan korupsi dan TPPU di sektor pertambangan batu bara.

Meski pengamanan di Mapolda Metro Jaya diperketat, situasi secara umum terpantau kondusif.  

Arus kendaraan keluar-masuk kompleks kepolisian berjalan lancar dan tidak terlihat adanya gangguan terhadap pelayanan publik. (Kompas.com/Warta Kota/Tribunnews) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.