TRIBUNTRENDS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang kali ini menyasar Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, pada Kamis malam (9/7/2026).
Penangkapan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena dilakukan dalam operasi senyap yang digelar penyidik KPK.
Kabar mengenai OTT itu telah dikonfirmasi Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
Meski membenarkan adanya penangkapan, Fitroh belum mengungkap secara rinci kasus korupsi yang menjerat Bupati Sukoharjo tersebut.
KPK masih menutup rapat informasi terkait konstruksi perkara yang menjadi dasar pelaksanaan operasi tersebut.
Selain itu, identitas pihak-pihak lain yang turut diamankan juga belum disampaikan kepada publik.
Penyidik masih terus mendalami hasil operasi sebelum memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat.
Baca juga: Diciduk KPK! Kekayaan Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Kena OTT, Properti Miliaran Tanpa Utang
Hingga kini, KPK juga belum mengungkap jumlah orang yang diamankan dalam rangkaian OTT tersebut.
Informasi mengenai barang bukti yang berhasil disita pun masih belum dipublikasikan.
Lembaga antirasuah itu diperkirakan akan menyampaikan perkembangan kasus setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.
Seperti diketahui, OTT merupakan salah satu langkah penegakan hukum yang kerap dilakukan KPK untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi.
Kasus yang melibatkan kepala daerah ini pun menambah daftar penyelenggara negara yang berurusan dengan KPK.
Publik kini menunggu penjelasan resmi mengenai dugaan korupsi yang melatarbelakangi penangkapan Etik Suryani.
KPK diperkirakan akan memberikan informasi lebih lengkap, termasuk status hukum para pihak yang diamankan beserta barang bukti yang disita, setelah proses pemeriksaan berlangsung.
Suasana Markas Polresta Solo mendadak menjadi sorotan pada Kamis (9/7/2026) malam setelah dipenuhi awak media yang menunggu perkembangan informasi.
Keramaian itu dipicu oleh kabar adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang disebut dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Solo Raya atau eks-Karesidenan Surakarta.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto., mengonfirmasi bahwa sosok yang terjadi OTT KPK adalah Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
Kabarnya Etik Suryano dibawa ke Polresta Solo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Di tengah aktivitas tersebut, sejumlah petugas yang mengenakan tanda pengenal Mabes Polri terlihat keluar masuk area markas kepolisian.
Kehadiran para petugas semakin menarik perhatian karena mereka membawa sejumlah barang dari dalam lokasi.
Sedikitnya tiga orang tampak mendorong koper troli berukuran besar berwarna hijau.
Baca juga: Profil & Rekam Jejak Etik Suryani Pemenang Pilkada Sukoharjo 2024, Dulu Pegawai Bank: Intip Hartanya
Secara keseluruhan, terdapat enam koper yang dibawa dalam rangkaian aktivitas di lokasi pemeriksaan.
Situasi di Polresta Solo pun berlangsung cukup sibuk hingga larut malam dengan penjagaan yang tetap berlangsung.
Proses pemeriksaan dilaporkan terus berjalan sejak Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Hingga memasuki Jumat (10/7/2026) dini hari, aktivitas pemeriksaan masih belum menunjukkan tanda-tanda selesai.
Para wartawan tetap bertahan di sekitar lokasi untuk menunggu kepastian mengenai identitas pihak yang diperiksa.
Meski berbagai informasi mulai beredar, belum ada penjelasan resmi mengenai operasi yang dikabarkan berlangsung tersebut.
Pihak Polresta Solo juga masih memilih belum memberikan keterangan kepada publik terkait kabar OTT yang mencuat.
Akibat belum adanya pernyataan resmi, perkembangan kasus ini masih terus menjadi perhatian dan dinantikan berbagai pihak.
(TribunTrends/Ninda)