TRIBUNTRENDS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang turut menyeret Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya penindakan tersebut pada Jumat (10/7/2026).
Meski demikian, lembaga antirasuah itu belum mengungkap secara rinci perkara dugaan korupsi yang menjadi dasar pelaksanaan OTT.
KPK juga masih merahasiakan identitas pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tersebut.
Etik Suryani diketahui baru memulai masa jabatan keduanya sebagai Bupati Sukoharjo setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara, Jakarta.
Penangkapan itu pun mengejutkan publik karena terjadi saat masa kepemimpinannya baru berjalan beberapa bulan.
Hingga kini, penyidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diamankan.
KPK diperkirakan akan menyampaikan perkembangan kasus beserta konstruksi perkara dalam konferensi pers setelah proses pemeriksaan awal selesai.
OTT terhadap Etik Suryani sekaligus menambah daftar kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan KPK sepanjang tahun 2026.
Baca juga: Terancam Sanksi Etik: Nasib Kompol DK Usai Isap Vape hingga Keasyikan Bermesraan dengan Teman Wanita
Etik Suryani lahir 15 Maret 1963) adalah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menjabat sebagai Bupati Sukoharjo masa jabatan 2021–2025 dan 2025–2030.
Dia menjabat untuk periode kedua sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Etik merupakan istri dari Bupati Sukoharjo periode 2010–2015 dan 2016–2021, Wardoyo Wijaya.
Baca juga: KPK Konfirmasi Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT, 6 Koper Dibawa ke Polresta Solo
Penangkapan Etik Suryani menambah daftar panjang jumlah kepala daerah yang terkena OTT hingga pertengahan tahun ini.
Siapa saja mereka?
1. Wali Kota Madiun, Maidi (19 Januari 2026)
Kasus Dugaan fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR), serta menerima gratifikasi di lingkungan Pemkot Madiun.
2. Bupati Pati, Sudewo (19 Januari 2026)
Kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemkab Pati.
3. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (3 Maret 2026)
Kasus Ddgaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan lainnya di Pemkab Pekalongan TA 2023-2026.
4. Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari (9 Maret 2026)
Kasus Dugaan suap ijon proyek di Pemkab Rejang Lebong periode 2025-2026.
Baca juga: Profil & Rekam Jejak Etik Suryani Pemenang Pilkada Sukoharjo 2024, Dulu Pegawai Bank: Intip Hartanya
5. Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman (13 Maret 2026)
Kasus Dugaan Demerasan dan penerimaan uang dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Cilacap untuk Tunjangan Hari Raya (THR).
6. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo (10 April 2026)
Kasus kasus dugaan pemerasan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.
7. Bupati Muara Enim Edison (8 Juni 2026)
Kasus dugaan penerimaan yang dilakukan oleh PN (Penyelenggara Negara)
(TribunTrends/TribunJateng.com)