SURYAMALANG.COM, MALANG - Langkah Arema FC menyongsong musim kompetisi baru diwarnai dengan pergerakan senyap dalam memburu kuartet legiun asing asal Brasil demi memenuhi kuota skuad asuhan Marcos Santos.
Namun, tidak hanya tim putra yang bersiap, manajemen tim putri Arema FC Women juga menyatakan kesiapan penuh mereka menyambut wacana kompetisi nasional sambil tetap konsisten mematangkan fondasi pembinaan usia muda.
Dinamika pergerakan kedua kubu Singo Edan ini menjadi sinyal kuat keseriusan klub dalam menjaga eksistensi dan kesiapan tim di segala lini kompetisi.
Berikut ulasan selengkapnya:
Dilansir dari website Transfermarkt pada Kamis (9/7/2026), tim berjuluk Singo Edan ini dirumorkan tengah membidik empat pemain asing baru untuk melengkapi kuota 11 pemain asing mereka.
Menariknya, keempat pemain tersebut semuanya berasal dari Brasil dan belum pernah merumput di Liga Indonesia sama sekali.
Dua nama pertama yang cukup santer dirumorkan akan bergabung ialah Diego Landis dan Careca. Keduanya merupakan mantan rekan Gabi yang sebelumnya memperkuat tim dari Liga Malaysia, Terangganu FC.
Lalu selanjutnya ada Gustavo Henrique, pemain berusia 30 tahun yang sebelumnya memperkuat klub Ninh Binh FC di Liga Vietnam.
Baca juga: Kalah 0-3 dari Mojang Priangan, Arema FC Women U-15 Benahi Kekurangan Jelang Semifinal Hydroplus
Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu kini berstatus bebas transfer dan dikabarkan sedang diminati oleh Arema FC.
Kemudian yang terakhir ada Marcos Vinicius, pemain Volta Redonda yang kini bermain di Seri C Liga Brasil. Usianya masih 27 tahun, dan ia terbiasa bermain di posisi sayap kiri atau winger kiri.
Saat dikonfirmasi oleh SURYAMALANG.COM, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyampaikan dalam perburuan pemain asing ini sebenarnya tidak ada kriteria khusus yang mengharuskan pemain tersebut berasal dari negara tertentu.
Namun yang pasti, pemain tersebut harus sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh pelatih.
"Sebenarnya gak ada kriteria khusus dari brasil. Jadi kita sih terbuka untuk semua pemain," kata pria yang akrab disapa Inal tersebut pada Kamis (9/7/2026).
Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir ini Arema FC memang kerap identik dihuni oleh pemain dari Negeri Samba.
Bahkan pada musim lalu, sembilan pemain asing mereka berkewarganegaraan Brasil. Hanya dua di antaranya yang berbeda negara, yakni Julian Guevara dari Kolombia dan Ian Puleio dari Argentina.
Terkait dominasi pemain Brasil, Inal kemudian menyampaikan fakta menarik dari kejadian bursa transfer pada musim lalu.
Saat itu, manajemen sebenarnya hendak mendatangkan pemain yang berasal dari Eropa Timur.
Proses negosiasi pun berjalan cukup lancar dan tinggal menunggu tanda tangan kontrak saja dari sang pemain.
Namun ketika mendekati batas waktu yang ditentukan, sang pemain justru gagal bergabung dengan Arema FC karena alasan keluarga.
"Pemain dari Eropa Timur itu yang sebenarnya kami tunggu-tunggu. Tapi karena alasan keluarga, last minute malah bergabung ke Serbia," ungkap Inal.
"Bahkan kami juga sempat mendatangkan pemain dari Inggris. Cuma ya belum deal," sambungnya. "Jadi banyak hal yang terjadi selama bursa transfer berlangsung," tambahnya lagi.
Untuk musim 2026-2027 ini, Inal menyampaikan kalau manajemen justru lebih terbuka dalam mendatangkan pemain.
Bahkan yang lebih spesifik lagi, para pemain baru ini semuanya dipilih langsung oleh pelatih Arema FC, Marcos Santos.
Khusus untuk penggawa asing, Singo Edan sudah memiliki daftar list tersendiri mengenai siapa saja pemain yang akan didatangkan.
Proses pencarian ini rupanya sudah dilakukan sejak empat bulan yang lalu, tepatnya saat kompetisi Super League 2025-2026 masih berlangsung.
"Yang jelas untuk pemain asing kami full lengkap sesuai kuota ada 11 pemain, dan kami pun sebenarnya sudah bergerak sejak empat bulan yang lalu. Tinggal ditunggu saja nanti prosesnya seperti apa. Mungkin gak lama lagi kami umumkan," tandasnya.
Sementara itu di sektor putri, Arema FC Women memilih untuk fokus terhadap pembinaan pemain di tengah munculnya wacana Liga 1 Putri musim 2026/2027.
Hal tersebut mencuat setelah munculnya kabar mengenai kompetisi sepak bola putri yang akan diikuti seis klub asal Jabodetabek, yaitu Persita Tangerang, Persija Jakarta, Bekasi FC, Persikad Depok, Garudayaksa, dan Dewa United.
Namun, Pelatih Kepala Arema FC Women, Nanang Habibi, menegaskan berdasarkan informasi yang diterimanya dari penyelenggara, kegiatan tersebut masih berstatus pra-liga.
Menurut pelatih yang akrab disapa Coach Pepe itu, ajang tersebut bukan Liga 1 Putri secara penuh, melainkan simulasi untuk menguji sistem kompetisi dan regulasi sebelum diterapkan secara nasional.
"Arema FC Women sebenarnya siap. Cuma info dari penyelenggara, ini hanya percobaan sistem dan regulasi, makanya pakai wilayah Jabodetabek," kata Pepe, Kamis (9/7/2026).
Dari informasi yang diterima oleh Coach Pepe, seluruh peserta yang berasal dari wilayah Jabodetabek dipilih demi memudahkan koordinasi dan efisiensi pelaksanaan selama masa uji coba.
Fokus utama kegiatan itu adalah mengevaluasi aspek teknis kompetisi, regulasi, hingga operasional pertandingan.
Hasil evaluasi dari fase pra-liga tersebut nantinya akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum kompetisi sepak bola putri nasional digelar secara lebih luas dengan melibatkan klub dari berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah ketidakpastian liga penuh, Arema FC Women tetap menjalankan latihan secara rutin dan konsisten melakukan pengembangan pemain melalui pembinaan usia muda.
Komitmen itu terlihat dari keikutsertaan Arema FC Women U-15 dan U-18 pada Putaran Nasional Hydroplus Soccer League 2025-2026 di Kudus, Jawa Tengah.
Ajang tersebut menjadi sarana bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level nasional, sekaligus menunjukkan pembinaan sepak bola putri di Malang terus berjalan.
Baca juga: Hangatnya Suasana Latihan Arema FC, Alfeandra Dewangga Kaget Julian Guevara Lancar Bahasa Indonesia
Sikap Arema FC Women yang tetap fokus pada pembinaan menjadi sinyal klub tidak ingin hanya bergantung pada kepastian kompetisi.
Sebaliknya, mereka memilih menjaga kesiapan tim agar dapat langsung bersaing ketika Liga 1 Putri maupun turnamen resmi sepak bola putri nasional benar-benar kembali digelar.
Klub berharap tahapan pra-liga yang tengah disiapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi lahirnya kompetisi sepak bola putri Indonesia yang lebih tertata, profesional, dan mampu berkembang secara berkelanjutan di masa mendatang.
"Istilahnya mungkin ini baru pra-liga. Kalau kita di Arema FC Women prinsipnya selalu siap, baik ikut pra-liga maupun liganya yang sesungguhnya nanti," tegas Coach Pepe.
Bagi Arema FC Women, langkah uji coba di wilayah Jabodetabek tersebut dinilai sebagai proses yang positif dalam upaya membangun kembali kompetisi sepak bola putri yang lebih profesional dan berkelanjutan setelah vakum cukup lama.
"Pada intinya kami siap saja dan tentu mendukung sebagai bagian dari upaya membangun kembali kompetisi sepak bola putri di Indonesia," tandasnya.