Rachmat Gobel meninggal dunia di RS Brawijaya, Jakarta Selatan, dalam usia 63 tahun.
Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak putra serta putri.
Rachmat Gobel sudah memulai perjalanan kariernya di dunia bisnis sejak masih sangat muda. Sejak kecil, ia memang sudah dididik menjadi pewaris.
Ia kemudian juga terjun ke dunia politik.
Baca juga: Resmi, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Jumat 10 Juli 2026, Pertamax Turun Mulai Rp 1.450
Pihak keluarga Rachmat Gobel dan manajemen Panasonic menyampaikan bahwa jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Jakarta sebelum diberangkatkan ke Gorontalo untuk dimakamkan.
Rachmat Gobel dikenal sebagai pengusaha sekaligus politikus yang pernah menjabat Menteri Perdagangan RI dan Wakil Ketua DPR RI.
Informasi yang diterima dari manajemen Panasonic, Rachmat Gobel meninggalkan seorang istri, Ibu Retno Damayanti, serta dua anak: Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel.
Jenazah rencananya akan segera dibawa dan disemayamkan di rumah duka, Jl. Supomo No. 55A, Jakarta Selatan.
Prosesi pemakaman akan dilaksanakan di Gorontalo, namun informasi lebih lanjut menyusul.
"Kami mohon doa dan dimaafkan segala kekhilafan almarhum semasa hidupnya," demikian dikutip dari manajemen Panasonic.
Saat ini jenazah masih berada di RS Brawijaya, Jl. Saharjo, Jakarta Selatan.
Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962.
Selain sebagai seorang pengusaha, Rachmat Gobel juga adalah politikus dari Partai NasDem dan saat ini tercatat sebagai anggota DPR RI.
Rachmat Gobel juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia (2014–2015).
Rachmat Gobel adalah putra dari Thayeb Mohammad Gobel, pendiri Gobel Group.
Setelah ayahnya wafat pada 1984, ia mulai memimpin dan mengembangkan bisnis keluarga hingga menjadi salah satu kelompok usaha besar di Indonesia yang bergerak di bidang elektronik, logistik, properti, makanan, dan sektor lainnya.
Pendidikan
Menurut daftar riwayat hidup MPR RI, ia menempuh pendidikan:
SD Republika Mexico Pagi, Jakarta.
SMP Negeri 11 Jakarta.
SMA Negeri 3 Jakarta.
Chuo University, Jepang, dengan bidang pemasaran dan perdagangan.
Karier
Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya:
Penerus dan pemimpin Gobel Group.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia (2014–2015).
Utusan Khusus Presiden RI untuk Jepang (2017–2019).
Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024.
Anggota DPR RI periode 2024–2029, bertugas di Komisi VI dan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP).
Dilansir dari Nasdem, Rachmad Gobel lahir di Gorontalo, 3 September 1962.
Dia dikenal sebagai pengusaha sekaligus politisi sukses. Di bidang politik, Rachmad telah mencapai dua puncak posisi politik.
Pertama di eksekutif ketika Presiden Jokowi mempercayainya sebagai Menteri Perdagangan, dan kini menjadi Wakil Ketua DPR RI dari Partai NasDem.
Pada Pemilu 2019, dia memperoleh kepercayaan yang tinggi dari masyarakat Gorontalo dengan meraih suara sebanyak 146.067 dari total 721.032 suara di Provinsi Gorontalo.
Perolehan suara sebesar itu mengantarnya menjadi anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI periode 2019–2024.
Lahir dari keluarga pebisnis, anak kelima dari pasangan Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel (alm.) dan Annie Nento Gobel (almh.) ini sejak muda sudah tampak memiliki jiwa kepemimpinan dan kewibawaan.
Sejak kecil dia dididik menjadi pewaris dan pemimpin perusahaan Kelompok Usaha Gobel yang didirikan dan dipimpin orang tuanya.
Berbagai posisi di perusahaan pun dijalaninya, dari tukang sapu pabrik saat masih di bangku SMP hingga posisi manajerial.
Kemampuan akademisnya teruji ketika dalam usia 24 tahun, Rachmad sudah meraih gelar sarjana jurusan Perdagangan Internasional di Chuo University, Tokyo, Jepang.
Setelah lulus, dia praktik kerja di Matsushita Group, dekat Kota Osaka, Jepang. Pada tahun 1989, saat usianya menginjak 27 tahun, Rachmad kembali ke Jakarta untuk bergabung dengan Kelompok Usaha Gobel.
Dia menjadi Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel yang sekarang bernama PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Pendidikan keras dari keluarga membentuk karakter kuat dan perhatian terhadap tenaga kerja, khususnya pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Menurut Rachmad, salah satu rahasia sukses bisnisnya adalah membangun kualitas SDM, bukan produk.
Dia yakin, kualitas produk akan meningkat seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kita harus memanusiakan manusia," ujarnya ketika ditanya filosofi arah pembangunan SDM-nya.
Filosofi itulah yang mendorongnya untuk turun langsung membuat gebrakan di masyarakat.
Salah satunya di bidang olahraga. Rachmad yakin olahraga penting dalam pembangunan manusia.
Dia pun sukses sebagai Ketua Harian Pencak Silat dan mempromosikan olahraga itu sampai ke Eropa dan Afrika hingga diakui menjadi cabang olahraga yang mendunia.
Kesukaannya pada olahraga membawanya menjadi Ketua Harian Panitia Penyelenggara SEA Games XI Indonesia (INASOC = Indonesia SEA Games XI Organizing Committee).