Halal Expo Indonesia 2026: PNM Buktikan Keuangan Syariah Mampu Kurangi Kemiskinan
Content Writer July 10, 2026 10:54 AM

TRIBUNBENGKULU.COM — Indonesia resmi meluncurkan Halal Expo Indonesia di Jakarta pada Rabu (8/7/2026) dengan target memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi halal dalam kerangka Developing Eight (D-8). Inisiatif tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan intra-blok hingga 500 miliar dollar AS pada 2030.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tampil sebagai salah satu representasi nyata ekosistem keuangan syariah yang inklusif di Indonesia melalui sesi HEI Talk bertajuk Social Collateral, Real Impact: Rethinking Poverty Alleviation through Islamic Finance.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, memaparkan dampak pembiayaan syariah yang diterapkan PNM di hadapan delegasi dari sembilan negara anggota D-8, yakni Bangladesh, Malaysia, Turki, Mesir, Nigeria, Pakistan, Iran, Azerbaijan, dan Indonesia. Menurutnya, keuangan syariah yang dirancang secara tepat mampu menjadi instrumen nyata dalam pengentasan kemiskinan, bukan sekadar produk keuangan.

Dari 16,1 juta nasabah Mekaar yang dilayani melalui 58 kantor cabang di 36 provinsi dan lebih dari 6.600 kecamatan, sebanyak 74 persen melaporkan peningkatan pendapatan setelah bergabung. Selain itu, 72 persen nasabah kini memiliki peran lebih besar dalam pengambilan keputusan rumah tangga, sedangkan 90 persen merasakan peningkatan kemandirian finansial secara langsung.

Baca juga: PNM Serap Lebih dari 70 Ribu Tenaga Kerja, Mayoritas Lulusan SMA/SMK

Sejak 2017, program Mekaar juga berkontribusi terhadap kenaikan konsumsi rumah tangga nasional sebesar Rp55,81 triliun serta mendorong pertumbuhan ekspor pengusaha binaan PNM hingga melampaui 3 miliar dollar AS.

Hal yang membedakan model pembiayaan PNM di mata forum internasional adalah penerapan konsep social collateral yang menggantikan agunan fisik. Dalam skema tersebut, kelompok perempuan saling menjamin satu sama lain melalui pertemuan rutin setiap minggu. Akuntabilitas komunitas menjadi dasar kepercayaan yang menggantikan tumpukan dokumen, sekaligus selaras dengan prinsip tanggung renteng dalam keuangan syariah.

Dodot menegaskan, PNM tidak hadir di forum tersebut semata-mata untuk memaparkan angka, tetapi ingin mengubah cara dunia memandang perempuan prasejahtera.

"Enam belas juta perempuan tidak pernah meminta untuk diselamatkan. Mereka hanya ingin diberi ruang untuk bertumbuh dan tidak lagi dipandang sebelah mata. Ketika kepercayaan diberikan, mereka mampu mengubah kehidupan keluarga bahkan komunitasnya. Itulah hakikat pembiayaan ultra mikro berbasis syariah," ujarnya di hadapan para delegasi.

Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi PNM perempuan di desa-desa terpencil yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan bukanlah kelompok yang harus diselamatkan, melainkan kelompok yang selama ini belum memperoleh kesempatan. Melalui pendampingan yang dilakukan secara rutin setiap minggu, PNM berupaya membuka akses tersebut hingga ke berbagai pelosok Indonesia.

Kehadiran PNM dalam Halal Expo Indonesia 2026 sekaligus menegaskan posisi Indonesia bukan hanya sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi pengembangan keuangan syariah yang inklusif dan berdampak.

Dengan 73 persen portofolio pembiayaan PNM Mekaar telah berbasis syariah serta pendekatan yang mengedepankan tiga modal, yakni finansial, intelektual, dan sosial, PNM membawa pesan kepada dunia bahwa jalan menuju ekonomi halal global yang kuat dimulai dari langkah sederhana, yakni mendampingi perempuan prasejahtera secara konsisten dan bertanya, "Apa yang Anda butuhkan untuk bertumbuh?"

Baca juga: Rahasia Kepercayaan 23,3 Juta Nasabah, PNM Perkuat Tata Kelola hingga Level Lapangan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.