Spanyol vs Belgia: Kata Siapa Lamine Yamal Suka Marah kalau Gagal Cetak Gol
Arif Tio Buqi Abdulah July 10, 2026 12:11 PM

TRIBUNNEWS.COM - Wonderkid Barcelona dan timnas Spanyol, Lamine Yamal, melontarkan klarifikasi atas banyaknya tudingan miring yang ditujukan kepadanya. 

Lamine Yamal gerah ketika disebut selalu emosi ketika gagal mencetak gol, khususnya untuk timnas Spanyol di Piala Dunia 2026.

Hal itu disampaikannya dengan Mundo Deportivo, Kamis (9/7) waktu Amerika Serikat.

"Orang-orang mengira saya marah jika tidak mencetak gol, padahal saya selalu bilang kepada teman-teman saya bahwa saya tidak pernah meninggalkan lapangan dengan marah karena tidak mencetak gol," tegas winger berusia 18 tahun.

BOLA RAKSASA PIALA DUNIA - Giant ball atau bola raksasa dipajang di lobi Hotel Aryaduta Makassar, Jalan Somba Opu, Makassar, Sulsel, Selasa (7/7/2026). Bola raksasa ini dihadirkan Aryaduta Makassar menyemarakkan Piala Dunia 2026.
BOLA RAKSASA PIALA DUNIA - Giant ball atau bola raksasa dipajang di lobi Hotel Aryaduta Makassar, Jalan Somba Opu, Makassar, Sulsel, Selasa (7/7/2026). Bola raksasa ini dihadirkan Aryaduta Makassar menyemarakkan Piala Dunia 2026. (Tribunnews.com/Tribun Timur/ Muh Abdiwan)

Pada Piala Dunia 2026, Lamine Yamal jauh dari ekSpektasi yang memuaskan. Dia baru mencetak satu gol hingga jelang laga Spanyol menghadapi Belgia di babak perempat final, Sabtu (11/7) dini hari WIB.

Lamine Yamal yang kerap dipuji karena kedewasaannya oleh penggawa timnas Spanyol, mengaku ambisinya tidak sebatas mencetak gol. Namun menjadi pilar penting dalam sebuah permainan.

"Tujuan saya bukan untuk mencetak gol, karena siapa pun bisa melakukannya. Tujuan saya adalah meningkatkan level saya dan menjadi lebih penentu," sambung pemain kelahiran 13 Juli 2007.

Sebagai penyerang sayap, wajar jika Lamine Yamal memiliki intensitas tembakan ke gawang lawan tinggi. 

Hal itu bisa dicerminkan pada musim 2025/2026 yang mana Yamal mampu mengkreasikan 24 gol dan 18 assist dalam 45 pertandingan bersama Barcelona.

Data ini menunjukkan bahwa Lamine Yamal tidak hanya apik untuk urusan mencetak gol, namun juga mengkreasikan assist.

"Orang-orang mengira saya sering menembak untuk mencetak gol tapi itu tidak benar," sambung pemain yang dijuluki sebagai mini Lionel Messi.

"Saya selalu seperti itu, orang-orang yang menonton semua pertandingan saya dengan Barça tahu bahwa saya selalu suka melakukan lebih banyak duel," tegasnya.

Baca juga: Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Berebut Semifinal, Adu Tajam Kualitas Supersub

Sebagai informasi, Spanyol masuk bursa favorit juara Piala Dunia 2026. Satu di antaranya karena hadirnya generasi menjanjikan La Furia Roja, termasuk Lamine Yamal.

"Spanyol memiliki generasi emas baru dengan pemain-pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal dan Nico Williams yang menjadi motor serangan tim," ujar Adrian dari Spieltag Indonesia, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Bicara soal Kritik

Ketika ditanya apakah ada kritik yang pernah benar-benar memengaruhinya, Yamal memberikan jawaban singkat.

"Tidak juga. Pada akhirnya, ketika Anda menang, semuanya terasa tidak terlalu menyakitkan."

Yamal mengaku masih merasa bisa tampil lebih baik setelah baru pulih dari cedera.

"Saya hanya perlu terus bermain. Saya sempat absen hampir dua bulan, dan itu tentu berbeda dibanding ketika Anda sudah memainkan tujuh pertandingan secara beruntun."

"Saya hanya perlu terus menyentuh bola, terus bermain, terus menambah menit bermain. Saya yakin pertandingan terbaik itu akan datang," tutur runner-up Ballon d'Or 2025 itu.

Menjelang laga perempat final melawan Belgia, Yamal juga berbicara mengenai kemungkinan menghadapi Prancis atau Maroko apabila Spanyol berhasil lolos ke semifinal.

"Kami punya kenangan indah melawan Prancis, dan akan sangat spesial bagi saya jika bermain melawan Maroko," jawabnya.

"Hal yang bagus adalah keduanya merupakan tim yang sangat kuat. Siapa pun lawannya, kami akan berusaha menang dan mencapai final."

Tak lupa, Yamal memberikan pujian kepada kiper Belgia, Thibaut Courtois.

"Bagi saya, dia adalah salah satu kiper terbaik di dunia."

"Itu tentu akan membuat segalanya menjadi lebih sulit bagi saya. Namun, seperti biasa, saya akan masuk ke lapangan dengan keinginan untuk menang, bukan memikirkan pemain tertentu," ujar Yamal.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.