TRIBUNNEWS.COM - Striker Timnas Norwegia, Erling Haaland, melontarkan psywar menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 melawan Inggris.
Menurut Haaland, seluruh tekanan justru berada di kubu The Three Lions yang datang sebagai salah satu favorit juara.
Norwegia akan menghadapi Inggris pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Miami, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB.
Konten kreator @Analiskampungsebelah, Hamid Anwar menilai dua kunci keberhasilan Norwegia melesat hingga babak perempat final ini adalah soal kolektifitas dan semangat juang dari The Vikings.
"Menurut saya ada dua, yaitu kolektivitas dan semangat juang gitu ya," ucap Hamid Anwar dalam podcast YouTube Super Taktik Tribunnews di Karanganyar, Jawa Tengah.
"Secara Norwegia juga tim yang mungkin pemainnya tidak banyak bermain di liga top Eropa gitu. Paling cuma hanya beberapa pemain yang bermain di sana kaya Odegaard dan Haaland."
"Jadi menurut saya kuncinya adalah kolektivitas dan semangat juang dari para pemain Norwegia ini untuk membuktikan kepada dunia bahwa Norwegia itu bukan hanya negara kecil yang menjadi penggembira di Piala Dunia ini," tegas Anwar.
Meski Inggris lebih diunggulkan, Haaland menilai tim asuhan Thomas Tuchel memiliki beban yang jauh lebih besar dibanding Norwegia.
"Ya, tentu saja," kata Haaland ketika ditanya apakah semua tekanan ada di pihak Inggris, dikutip dari BBC.
"Saya pikir ada beberapa tim yang jelas menjadi favorit, dan Inggris adalah salah satunya," lanjutnya.
Penyerang Manchester City itu bahkan meminta media untuk semakin membebani skuad Inggris menjelang pertandingan.
"Saya pikir kalian semua harus memberikan tekanan semaksimal mungkin kepada para pemain Inggris," ujar Haaland.
"Ya, para pendukung mereka memang seharusnya yakin bisa lolos. Bagaimanapun juga, ini adalah Inggris," bebernya.
Baca juga: Inggris vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Gol Haaland, Sekadar Dibatasi Bukan Dihentikan!
Keberhasilan Norwegia mencapai perempat final menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Sebelum turnamen dimulai, Norwegia tidak masuk dalam daftar unggulan juara.
Mereka bahkan baru kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak edisi 1998.
Namun, tim berjuluk Løvene berhasil finis sebagai runner-up Grup I sebelum menyingkirkan Pantai Gading dan Brasil pada fase gugur.
Haaland menjadi sosok sentral dalam perjalanan tersebut.
Striker berusia 25 tahun itu telah mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan di Piala Dunia 2026, termasuk dua gol saat menumbangkan Brasil di babak 16 besar.
Catatan tersebut juga memperpanjang tren impresif Haaland yang selalu mencetak gol dalam 14 laga kompetitif terakhir bersama Norwegia.
Meski tampil luar biasa, Haaland mengaku tetap terkejut melihat negaranya mampu melangkah hingga delapan besar.
"Saya tidak menyangkanya. Jujur saja, bisa mencapai perempat final Piala Dunia bersama Norwegia bahkan mengejutkan saya," ucap Haaland.
Menurutnya, kemenangan atas Brasil menjadi momen yang sangat spesial bagi seluruh rakyat Norwegia.
"Bermain melawan Brasil sudah luar biasa bagi kami. Lalu mengalahkan mereka dan kini bermain melawan Inggris di perempat final adalah sesuatu yang sangat istimewa," kata Haaland.
Secara pengalaman, Inggris jelas lebih unggul dibanding Norwegia.
The Three Lions setidaknya selalu mencapai babak perempat final dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir.
Namun, mereka belum pernah kembali tampil di final sejak menjadi juara dunia pada 1966.
Sebaliknya, Norwegia datang tanpa beban sebagai tim kejutan.
Situasi itu membuat Haaland yakin timnya bisa tampil lebih lepas saat menghadapi Inggris.
Jika kembali tampil tajam, striker kelahiran Leeds tersebut berpeluang membawa Norwegia menciptakan kejutan lain sekaligus menyingkirkan salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)