SURYA.co.id, SURABAYA - Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (FISIBPOL) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur menandai perjalanan 33 tahun kiprahnya dengan menggelar Sarasehan Pendidikan bertema Membangun Ekosistem Akademik Pendidikan Tinggi yang Transformatif, Adaptif, dan Berdampak di Era Digital di Gedung Twin Tower B, Jumat (10/7/2026).
Momentum Dies Natalis ke-33 ini menjadi ajang refleksi perjalanan FISIBPOL sekaligus penguatan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat menuju fakultas berdaya saing global.
Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Akhmad Fauzi, M.MT., IPU., mengaku memiliki perhatian khusus terhadap perkembangan FISIBPOL sejak delapan tahun lalu.
Bahkan, meski masa jabatannya sebagai rektor tinggal sekitar dua bulan, ia tetap mendorong penguatan infrastruktur dan pengembangan akademik fakultas tersebut.
"Dua bulan terakhir saya menjabat sebagai rektor. Tapi delapan tahun lalu saya sudah tergerak bagaimana FISIBPOL bisa berkembang pesat. Saya ingin Program Studi Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik, Administrasi Bisnis, dan Hubungan Internasional semakin diminati masyarakat," ujarnya.
Komitmen itu diwujudkan melalui pembangunan berbagai fasilitas, termasuk laboratorium hingga gedung baru setinggi 12 lantai yang kini menjadi pusat aktivitas akademik FISIBPOL.
Baca juga: UPN Veteran Jatim Blak-Blakan Soal Gaji Dosen Non-ASN, Pemula saja Bisa Kantongi Rp 8 Juta
"Saat pembangunan laboratorium kami memberikan dukungan luar biasa. Alhamdulillah ketika punya kesempatan membangun gedung, kami alokasikan untuk FISIBPOL. Hari ini FISIBPOL memiliki gedung 12 lantai yang diharapkan mampu menunjang pembelajaran dan pengmbangan akademik," katanya.
Menurutnya, perkembangan FISIBPOL tidak hanya terlihat dari sisi infrastruktur, tetapi juga bertambahnya program studi.
Dari semula memiliki empat program studi, kini berkembang menjadi tujuh program studi dan telah membuka Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi.
"Dengan fasilitas ini saya berharap FISIBPOL semakin berkembang. Dari empat program studi kini menjadi tujuh program studi. Bahkan sudah membuka S2 Ilmu Komunikasi dan ke depan kita merencanakan membuka Program Doktor atau S3 Ilmu Komunikasi," ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, pihaknya juga akan menyiapkan beasiswa bagi dosen yang melanjutkan studi doktoral.
"Nanti saya alokasikan beasiswa untuk kuliah S3 Ilmu Komunikasi di UPN Veteran Jawa Timur," katanya.
Selain itu, Akhmad Fauzi berharap FISIBPOL mampu mempercepat internasionalisasi melalui akreditasi internasional seluruh program studi.
"Saya kira FISIBPOL memiliki regenerasi yang luar biasa sejak bernama Fakultas Ilmu Administrasi hingga sekarang. Yang sudah dibangun ini harus terus dikembangkan menuju internasionalisasi. Peminat mahasiswa asing sebenarnya mencapai ratusan, tetapi kapasitas kita saat ini baru sekitar 20 mahasiswa. Nantinya juga bisa masuk di FISIBPOL,"lanjutnya.
Ia berharap seluruh tujuh program studi di FISIBPOL bisa meraih akreditasi internasional.
Saat ini masih ada tiga program studi yang perlu dikembangkan menuju kurikulum berstandar internasional.
Ia menilai internasionalisasi akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, sekaligus meningkatkan akses mahasiswa terhadap berbagai program pendanaan pendidikan.
"Dengan begitu semakin banyak beasiswa yang bisa diserap, baik dari dalam maupun luar negeri. Jangan sampai ada mahasiswa yang tidak bisa melanjutkan kuliah hanya karena terkendala biaya," tegasnya.
Sementara itu, Dekan FISIBPOL UPN Veteran Jawa Timur, Prof. Dr. Catur Suratnoaji, M.Si, mengatakan usia ke-33 menjadi momentum penting untuk meneguhkan arah pengembangan fakultas sebagai pusat keilmuan yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Ia mengingatkan perjalanan FISIBPOL dimulai pada 1993 sebagai Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), kemudian berubah menjadi Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik pada 2005, hingga kini berkembang menjadi rumah bagi berbagai disiplin ilmu.
"Perubahan ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan simbol bahwa kita terus tumbuh dan beradaptasi. Dari dua program studi, kini FISIBPOL telah berkembang menjadi rumah besar bagi berbagai disiplin ilmu, ribuan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta alumni yang berkarya di berbagai bidang," katanya.
Mengusung tema "Merangkai Gagasan, Menggerakkan Perubahan", Catur menegaskan perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada lahirnya gagasan, tetapi harus mampu menggerakkannya menjadi solusi nyata.
"Universitas adalah tempat gagasan dilahirkan, diperdebatkan, dan dikembangkan. Namun tugas kita tidak boleh berhenti pada gagasan. Gagasan harus bergerak, dari ruang kelas, melampaui halaman jurnal, hadir di tengah masyarakat, dan menjawab persoalan bangsa," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akreditasi atau jumlah publikasi ilmiah, melainkan dari dampak yang dirasakan masyarakat.
"Kita ingin FISIBPOL bukan hanya unggul dalam akreditasi, tetapi juga relevan bagi masyarakat; bukan hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga solusi; bukan hanya mengejar reputasi, tetapi menciptakan dampak," tegasnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat kolaborasi lintas disiplin ilmu agar mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks.
"FISIBPOL tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. FISIBPOL harus menjadi bagian dari mereka yang menggerakkan perubahan. Pada usia ke-33 ini, saya mengajak seluruh keluarga besar FISIBPOL untuk terus memperkuat kolaborasi, melampaui sekat antarprogram studi, dan menyatukan berbagai gagasan. Sebab persoalan besar hari ini tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu," pungkasnya.
Sarasehan pendidikan yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-33 tersebut menghadirkan akademisi dan berbagai pemangku kepentingan sebagai forum berbagi gagasan untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang transformatif, adaptif, dan berdampak di era digital, sekaligus memperkuat langkah FISIBPOL UPN Veteran Jawa Timur menuju fakultas berkelas internasional.