SURYA.co.id, MADIUN – Arus lalu lintas di jalur nasional Ponorogo-Madiun lumpuh total setelah sebuah truk bermuatan ayam terguling melintang di Jembatan Kali Catur B, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Akibat posisi truk yang menutup seluruh badan jalan dari arah Ponorogo menuju Madiun, petugas terpaksa mengalihkan seluruh kendaraan ke jembatan sisi A yang biasanya digunakan untuk arus berlawanan.
Rekayasa lalu lintas tersebut memicu antrean kendaraan mengular hingga kawasan Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Di lokasi kejadian, ratusan ayam yang diangkut truk berhamburan di badan jalan.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Truk Kontainer Hantam 5 Motor di Patung Sapi Pandaan, 4 Orang Tewas
Sebagian besar mati akibat benturan, sementara sopir dan kenek terlihat berupaya menyelamatkan ayam-ayam yang masih hidup dengan memindahkannya ke tempat yang lebih aman.
Truk Mitsubishi bernomor polisi P 9839 UY yang dikemudikan Muhammad Ainur Rosyidin, warga Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan sisi kanan.
Sementara Bus Restu jurusan Ponorogo-Surabaya bernomor polisi N 7407 UV yang dikemudikan Agus Irawan, warga Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, mengalami kerusakan berupa pecahnya kaca bagian kanan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Kota, Ipda Eko Hartono, menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk melaju dari arah selatan menuju Kota Madiun.
"Truk Mitsubishi berjalan dari arah selatan ke arah utara menuju Kota Madiun. Dikarenakan pengemudi kurang konsentrasi, menabrak median jalan. Selanjutnya kendaraan tersebut terpelanting ke kiri menabrak bus Restu bernomor polisi N 7407 UV," ujar Eko.
Benturan keras membuat truk terguling hingga melintang menutup jalan.
Meski demikian, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
"Setelah hasil olah Tempat Kejadian Perkara tadi tidak ada korban jiwa, namun ada pengalihan arus karena truk tersebut melintang sehingga menutup jalan. Petugas kami dibantu warga masyarakat sekitar serta pengemudi yang sedang melintas mengalihkan arus di sebelah kanan," katanya.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan kendaraan derek milik Dinas Perhubungan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk memindahkan truk dari badan jalan agar arus lalu lintas di jalur nasional kembali normal.
Selama proses evakuasi berlangsung, polisi mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati dan mematuhi pengaturan lalu lintas yang diberlakukan di sekitar Jembatan Kali Catur.
"Kami mengimbau pengguna jalan yang melintas di kawasan Jembatan Kali Catur untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas selama proses evakuasi berlangsung," pungkasnya.