TRIBUNNEWS.COM - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan pertama yang diikuti peserta didik baru saat memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Program ini menjadi bagian penting dalam menyambut tahun ajaran baru karena bertujuan membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, memahami budaya belajar, beradaptasi dengan guru dan teman baru, serta menyiapkan diri menghadapi proses pembelajaran selama tiga tahun ke depan.
Di Provinsi Jawa Barat, pelaksanaan MPLS bagi peserta didik baru SMA dan SMK memiliki konsep yang berbeda melalui program MPLS Pancawaluya.
Program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan pengenalan sekolah, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai budaya Sunda dan Profil Pelajar Pancasila.
Melalui pendekatan yang edukatif, inklusif, dan menyenangkan, MPLS Pancawaluya menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman tanpa praktik perpeloncoan maupun tugas-tugas yang tidak mendidik.
MPLS Pancawaluya diperuntukkan bagi seluruh peserta didik baru kelas X SMA dan SMK di Jawa Barat.
Selama pelaksanaannya, peserta akan diperkenalkan pada berbagai aspek kehidupan sekolah.
Mulai dari kurikulum, tata tertib, budaya positif, hingga penguatan karakter yang menjadi bekal dalam menjalani pendidikan.
Pada tahun ajaran 2026/2027, MPLS Pancawaluya 2026 dilaksanakan mulai Senin, 13 Juli 2026 dan berlangsung selama lima hari pada pekan pertama masuk sekolah.
Seluruh rangkaian kegiatan telah disusun agar mampu membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus menanamkan nilai-nilai positif sejak hari pertama menjadi bagian dari warga sekolah.
Baca juga: 100 Motto Hidup MPLS Singkat tapi Keren, Penuh Motivasi untuk Peserta Didik Baru
MPLS Pancawaluya merupakan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah khusus bagi jenjang SMA dan SMK di Jawa Barat yang berfokus pada pembentukan karakter peserta didik.
Program ini mengusung lima nilai utama atau Pancawaluya, yaitu:
Berbeda dengan MPLS pada masa lalu yang identik dengan tugas-tugas unik atau atribut yang tidak relevan, MPLS Pancawaluya mengedepankan kegiatan yang sepenuhnya bersifat edukatif dan ramah anak.
Pelaksanaan MPLS Pancawaluya bertujuan membantu peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan yang bermakna.
Mengutip dari Instagram @disdikjabar, beberapa tujuan utama program ini meliputi:
MPLS Pancawaluya dilaksanakan selama lima hari pada awal tahun ajaran baru.
Peserta kegiatan meliputi:
Pelaksanaan kegiatan mengacu pada prinsip Gapura Pancawaluya, yaitu:
Prinsip tersebut memastikan seluruh kegiatan berlangsung ramah anak, menghargai keberagaman, dan mendukung proses belajar yang menyenangkan.
Peserta mengikuti pembelajaran awal yang menyenangkan melalui:
Peserta dikenalkan dengan budaya positif sekolah melalui:
Peserta juga diajak mengenal lingkungan sekitar melalui:
Materi yang diberikan meliputi:
Asesmen yang dilakukan bukan untuk menentukan peringkat, melainkan sebagai dasar bagi sekolah dalam memahami karakter serta kebutuhan setiap murid.
MPLS Pancawaluya menegaskan bahwa seluruh kegiatan harus bebas dari praktik perpeloncoan maupun tindakan yang merugikan peserta didik.
Beberapa larangan yang diberlakukan meliputi:
Sekolah dilarang memberikan tugas yang tidak masuk akal, mempermalukan peserta didik, atau tidak berkaitan dengan tujuan pembelajaran.
Seluruh bentuk kekerasan dilarang, baik fisik, verbal, maupun psikologis, termasuk:
Seluruh aktivitas MPLS wajib berada di bawah pengawasan guru.
Kegiatan di luar sekolah harus memperoleh izin resmi serta persetujuan orang tua atau wali.
Peserta didik tidak diperkenankan menggunakan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif atau berpotensi mempermalukan siswa.
Contoh atribut yang dilarang antara lain:
Selama MPLS berlangsung, peserta didik tidak diwajibkan membeli seragam baru.
Ketentuan pakaian yang digunakan adalah:
(Tribunnews.com/Farra)