TRIBUNJAKARTA.COM, PESANGGGRAHAN - Antusiasme warga mengikuti rekrutmen program bantalan sosial yang dibuka oleh Pemprov DKI Jakarta membludak.
Sebanyak 132.627 pelamar tercatat mendaftar untuk memperebutkan 2.843 lowongan pekerjaan yang dibuka Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan,proses seleksi saat ini telah memasuki tahap lanjutan, sebagiab peserta bahkan sudah dinyatakan lolos.
Pramono menegaskan seluruh proses rekrutmen dilakukan secara terbuka tanpa campur tangan pihak mana pun.
“Pemerintah DKI Jakarta membuka lowongan pekerjaan untuk bantalan sosial dan sekarang ini sudah tahap pertama dan kedua sudah selesai untuk 2.843 lowongan yang mendaftar 132.627 pelamar,” ucapnya dikutip Jumat (10/7/2026).
Orang nomor satu di Jakarta ini memastikan proses seleksi program bantalan sosial ini berlangsung transparan.
Ia secara khusus meminta agar tidak ada praktik titipan ataupun keterlibatan orang dalam dalam proses penerimaan pegawai.
Keputusan akhir penerimaan pun berada di tangan masing-masing kepala dinas agar proses seleksi berjalan objektif dan akuntabel.
“Dan sekarang sedang proses, sebagian sudah diputuskan. Semuanya transparan karena saya minta tidak boleh lagi apa keterlibatan orang dalam.
Semuanya transparan dan saya minta kepala dinas masing-masing merupakan orang yang memutus terakhir supaya tidak ada titipan dan sebagainya,” ujarnya.
Pramono menjelaskan, program rekrutmen tersebut merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta menghadirkan bantalan sosial bagi masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi.
Karena itu, ia berharap lowongan pekerjaan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan warga Jakarta yang sedang membutuhkan pekerjaan.
“Karena ini memang betul-betul digunakan untuk bantalan sosial ketika tekanan ekonomi sedang seperti ini. Mudah-mudahan ini memberi manfaat bagi warga Jakarta yang membutuhkan pekerjaan,” kata Pramono.