Tol Off-Ramp Ciawi Selatan Dibangun, Akses Tol dari Jagorawi ke Bogor Selatan Bebas Macet
Soewidia Henaldi July 10, 2026 12:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Dedie A Racim memulai Kick Off Pembangunan Off-Ramp Ciawi Selatan.

Kick Off ini menandai dimulainya upaya peningkatan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Bogor Selatan sekaligus mengurangi kemacetan di Simpang Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kegiatan kick off dilaksanakan di Lorena Sporthub, Kota Bogor, Kamis (9/7/2026).

Tahapan ini merupakan keberlanjutan dari penandatanganan kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, PT Trans Jabar Tol, dan PT Suryamas Duta Makmur yang diakuisisi oleh Sinar Mas, pada 15 Juli 2025.

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan bahwa kick off ini merupakan sebuah terobosan kerja sama antara PT Trans Jabar Tol, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI, PT Waskita Karya (Persero), dan Sinar Mas Land yang diinisiasi oleh Pemkot Bogor untuk mencari solusi akses keluar-masuk tol melalui Pintu Tol Ciawi Selatan.

Sebab, saat ini akses Pintu Tol Ciawi Selatan pada Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi hanya dapat digunakan untuk menuju Tol Jagorawi arah Bogor maupun Jakarta.

Sementara itu, kendaraan dari arah Jakarta maupun Bogor melalui Tol Jagorawi hanya dapat keluar melalui Gerbang Tol Ciawi, Caringin, dan Cigombong.

"Dengan adanya off ramp Ciawi Selatan ini maka bisa keluar dan masuk tol. Jadi selama ini, masyarakat Kecamatan Bogor Selatan, yang pulang dari arah Jakarta ataupun Bogor melewati akses tol hanya bisa keluar dari Pintu Tol Ciawi dan melanjutkan perjalanan melewati Simpang Pasar Ciawi, namun dengan akses ini bisa langsung keluar Tol Ciawi Selatan tanpa melewati Pasar Ciawi," ungkapnya.

Dengan demikian, kendala aksesibilitas dan konektivitas yang selama ini dialami warga Kecamatan Bogor Selatan dapat memperoleh solusi yang lebih cepat dan permanen sejalan dengan semangat 'Bogor Lancar'.

Sehingga akses menuju Kelurahan Rancamaya, Bojongkerta, Genteng, Cipaku, dan Harjasari menjadi lebih lancar dan efisien.

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, mengatakan bahwa keberadaan akses ini dapat memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk terus maju, tumbuh, dan berkembang.

"Tentunya kami dari DPRD Kota Bogor mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Pak Wali Kota sebagai sebuah terobosan, creative financing dalam melakukan pembangunan tanpa membebani APBD," ucapnya.

DPRD Kota Bogor akan terus mengawal dan mendukung berbagai program yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan akses yang sama.

"Jadi mudah-mudahan dengan terobosan ini Insyaallah kita semua warga Kota Bogor mendapatkan akses yang sama, kesempatan yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan sejahtera," ungkapnya.

Perwakilan Sinar Mas, Aprina Supriani, mengatakan bahwa pihaknya sebagai mitra pemerintah mendukung berbagai program untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya dalam mewujudkan Bogor Lancar melalui program CSR.

Hal yang sama juga disampaikan oleh perwakilan PT SMI, Nabila Syaira, yang mengatakan bahwa PT SMI bersama PT Trans Jabar Tol ikut mendukung visi dan misi Kota Bogor dalam meningkatkan konektivitas bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, mengatakan bahwa progres perizinan dan persiapan pelaksanaan pembangunan Off-Ramp Exit Tol Ciawi Selatan Km 48A telah melalui berbagai tahapan perencanaan yang komprehensif.

Di antaranya penyusunan studi kelayakan, penyusunan desain awal, analisis lalu lintas, kajian kebutuhan pengadaan tanah, kajian sosial dan lingkungan, serta kesesuaian tata ruang. 

Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi intensif bersama Direktorat Jenderal Bina Marga, PT Trans Jabar Tol, kementerian dan lembaga terkait, serta para pemangku kepentingan.

"Pembangunan off-ramp exit Tol Ciawi Selatan merupakan salah satu proyek strategis Pemerintah Kota Bogor untuk mendukung peningkatan konektivitas wilayah dan mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan Simpang Ciawi. Simpang Ciawi merupakan salah satu simpul transportasi utama yang menghubungkan Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Sukabumi, dan wilayah Jabodetabek," ungkapnya.

Dengan diterbitkannya berbagai persetujuan tersebut, seluruh aspek administrasi teknis, tata ruang, lingkungan, dan lalu lintas telah dipenuhi sebagai landasan pelaksanaan pembangunan.

"Harapannya, pembangunan off-ramp ini dapat berjalan sesuai target, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat manfaat untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan, mengurangi kemacetan, serta memacu pertumbuhan ekonomi Kota Bogor dan wilayah sekitarnya," tutup Esti.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.