Mentan Amran Sulaiman Targetkan Produksi Padi Naik Dua Kali Lipat dengan Metode Tanam Baru
Wahyu Widiyantoro July 10, 2026 12:06 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke lokasi pertanaman padi di Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (10/7/2026).

Amran memperkenalkan program dan metode tanam baru melalui peningkatan produktivitas.

Amran menekankan bahwa inovasi metode tanam PM-AAS (Pertanian Modern - Advanced Agricultural System) sedang digalakkan dengan tujuan pada penguatan ekonomi rumah tangga petani. 

“Jadi sekarang program baru ini program adalah bisa meningkatkan pendapatan petani dua kali lipat,” ucap Amran.

Dengan mengikuti prosedur yang benar, kata Amran, hasil panen akan melonjak signifikan. 

Baca juga: NTB Masuk 10 Prioritas Percepatan Tanam Nasional Padi

“Itu minimal yang bisa dihasilkan 8 ton. 8 ton minimal,” katanya.

Namun, Amran menyebut bahwa hasil sangat bergantung pada kedisiplinan petani dalam menerapkan input pertanian secara tepat. 

“Tapi harus disiplin pupuknya, ureanya sekarang 300 kilo per hektare,” jelas Mentan Amran.

Peningkatan populasi tanaman menjadi salah satu kunci utama dalam metode PM-AAS ini.

“ini populasinya bertambah dari 320.000 - 360.000 menjadi 1 juta tanaman per luasan tertentu,” jelasnya.

Cadang Beras Nasional

Mentan membawa kabar baik mengenai ketahanan pangan nasional. 

Ia mengungkapkan bahwa cadangan pangan saat ini berada dalam posisi yang aman. 

“Alhamdulillah stok kita sampai hari ini bertahan di 5,2 juta ton. Artinya hampir pasti mudah-mudahan insyaallah sekarang swasembada berkelanjutan,” tuturnya.

Kementan meluncurkan program bantuan benih gratis secara masif untuk seluruh wilayah Indonesia. 

Amran mengungkapkan bahwa tahun ini pemerintah mengalokasikan bantuan untuk 1 juta hektare lahan pertanian di seluruh Indonesia dengan gratis.

“Bantuan ini akan disalurkan melalui skema CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) dengan satu ketentuan utama, syaratnya harus tanam metode baru, guna memastikan efektivitas bantuan terhadap peningkatan produksi nasional,” sebutnya.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.