Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Sarmi Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi
Marius Frisson Yewun July 10, 2026 12:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Anderson Esris

TRIBUN-PAPUA.COM, SARMI - Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Papua pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.22 WIT, masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Papua, termasuk Kabupaten Sarmi.

Di Kabupaten Sarmi, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Distrik Pantai Barat dan dapat meluas ke Distrik Sarmi Kota, Apawer Hulu, Sarmi Selatan, serta Sarmi Timur. Kondisi cuaca tersebut diperkirakan berlangsung hingga pukul 05.24 WIT.

Baca juga: Freeport Hibahkan Pipa 11 km Untuk Percepat Akses Air Bersih di Mimika

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kabupaten Sarmi, Hartono Hasan, saat ditemui di ruang kerjanya Jumat (10/7/2026), mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

"Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi banjir, genangan air, tanah longsor, pohon tumbang, serta angin kencang yang dapat terjadi selama cuaca ekstrem berlangsung," ujarnya.

Ia juga mengingatkan para nelayan yang sedang maupun akan melaut agar lebih berhati-hati mengingat gelombang tinggi yang kerap terjadi di perairan Kabupaten Sarmi saat kondisi cuaca memburuk.

Baca juga: Stok BBM Papua Maluku Dipastikan Aman, Pertamina Imbau Masyarakat Beli Sesuai Kebutuhan

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang berisiko roboh ketika hujan lebat disertai angin kencang.

BPBD juga meminta masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG serta informasi kebencanaan dari BPBD setempat. Apabila terjadi keadaan darurat atau bencana di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada instansi terkait agar dapat segera ditangani.

"Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama guna mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem," tutup Hartono Hasan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.