TRIBUNGORONTALO.COM – Rencana penyambutan sekaligus pemakaman jenazah Anggota DPR RI asal Gorontalo sekaligus pimpinan Gobel Group, Rachmat Gobel, di Gorontalo dipastikan batal.
Jenazah Rachmat Gobel akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Jumat (10/7/2026), sekitar pukul 13.00 WIB.
Informasi tersebut disampaikan sopir pribadi Rachmat Gobel, Deden Gobel, yang mengaku telah memperoleh kepastian dari pihak keluarga.
"Tidak jadi ke Gorontalo. Sudah dipastikan dimakamkan di Kalibata," kata Deden kepada TribunGorontalo di rumah duka, Jumat.
Dia menjelaskan, setelah keputusan itu diambil, seluruh rencana penyambutan jenazah di Gorontalo dibatalkan.
"Keluarga sudah membahas ulang. Jadi tidak ada lagi pemberangkatan jenazah ke Gorontalo," ujarnya.
Sebagai gantinya, keluarga meminta masyarakat Gorontalo mendoakan almarhum dari daerah masing-masing.
"Doa-doa saja di Gorontalo. Di setiap masjid diharapkan bisa melaksanakan salat jenazah gaib dan mendoakan almarhum," tutur Deden.
Menurut dia, keputusan memakamkan Rachmat Gobel di TMP Kalibata berkaitan dengan jasa dan penghargaan yang diterima almarhum semasa hidup.
"Alasannya karena ada Bintang Jasa Adiputra," ungkapnya.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa Rachmat Gobel akan dimakamkan di Gorontalo sesuai keinginan yang pernah disampaikan semasa hidupnya.
Informasi tersebut membuat sejumlah pihak di Gorontalo mulai mempersiapkan penyambutan jenazah.
Namun setelah keputusan keluarga berubah, seluruh rangkaian penyambutan dibatalkan dan prosesi pemakaman dipusatkan di Jakarta.
Jenazah dijadwalkan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada pukul 13.00 WIB, sementara masyarakat Gorontalo diminta memberikan penghormatan terakhir melalui doa bersama dan salat jenazah gaib di masjid-masjid.
Pantauan di lapangan, masyarakat yang mulai membuat lale ata bambu adat sudah dihentikan.
Masyarakat hingga dengan pukul 11.33 Wita masih berada di rumah kelugar Gobel Kecamatan Tapa Bone Bolango, Gorontalo.
Beberapa pejabat juga sudah langsunh menuju ke Jakarta untuk hadir di pemakaman langsung.
Baca juga: Marten Taha Ungkap Alasan Rachmat Gobel Berhak Dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta
Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo, sekaligus mantan Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, pihak keluarga Gobel telah memutuskan Rachmat Gobel akan dimakamkan di Gorontalo.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Marten mengungkapkan, semasa hidup Rachmat Gobel beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk dimakamkan di tanah kelahirannya.
"Tapi kehendak dari keluarga maunya beliau dimakamkan di Gorontalo. Beliau juga sering mengatakan bahwa beliau ingin dimakamkan di tanah Gorontalo, di tempat almarhum ayahnya dimakamkan," ujarnya.
Ia mengatakan keinginan itu menunjukkan kecintaan Rachmat Gobel terhadap Gorontalo tidak pernah berubah meski telah lama berkiprah di tingkat nasional.
Padahal, kata Marten, Rachmat Gobel memiliki hak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.
Hal itu karena almarhum merupakan penerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana.
"Beliau punya tempat dan punya hak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Jakarta karena beliau adalah pemegang Bintang Mahaputera Adipradana. Sehingga beliau memiliki hak dimakamkan di sana. Tapi keluarga melalui Pak Ridwan sudah menyatakan beliau dimakamkan di Gorontalo," jelasnya.
Dirinya menilai Gorontalo selalu menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup almarhum. Ketika diminta menggambarkan sosok Rachmat Gobel, Marten mengaku tidak sulit menjawabnya.
Menurut dia, hampir semua orang mengenal Rachmat Gobel sebagai pribadi yang peduli terhadap masyarakat.
"Pak Rahmat saya kira semua orang tahu bahwa beliau ini adalah sosok orang yang punya kepedulian terhadap masyarakat, khususnya masyarakat Gorontalo," katanya.
Lanjut Marten mengatakan kepedulian tersebut diwujudkan dalam berbagai bidang.
Tidak hanya melalui dunia usaha, tetapi juga lewat pengabdian di bidang politik dan kegiatan sosial.
"Beliau adalah tokoh nasional yang penuh dedikasi terhadap tugas. Bukan hanya saja di bidang bisnis, tapi juga dalam kepemimpinan di bidang politik dan sosial," ujarnya. (*)