Normalisasi Kali Ciliwung Dipercepat, Pramono Anung Siapkan Rp 300 Miliar untuk Pembebasan Lahan
Irwan Wahyu Kintoko July 10, 2026 01:32 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan proses pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta Timur, rampung pada akhir 2026. 

Penyelesaian pembebasan lahan tersebut diharapkan menjadi langkah penting agar normalisasi salah satu sumbu utama Sungai Ciliwung dapat dituntaskan pada 2027, bertepatan dengan peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta.

Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau progres pembebasan lahan di kawasan Cawang, Jumat (10/7/2026). 

Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin.

Baca juga: Warga Cipinang Melayu Tagih Janji Pramono, Normalisasi Kali Sunter Diminta Segera Dituntaskan

Pramono menyatakan, proses pembebasan lahan untuk proyek normalisasi Kali Ciliwung di salah satu titik kini menunjukkan kemajuan setelah sempat mandek dalam waktu yang cukup lama.

"Ini kedua kali saya di tempat ini dan progresnya cukup baik, tidak terbayangkan tempat yang dulu sering kali viral, dan orang pasti tidak menyangka ternyata bisa dibebaskan dan normalisasi dilakukan," kata Pramono.

Pramono mengungkapkan, dari total 170 bangunan yang menjadi target pembebasan di lokasi tersebut, sebanyak 62 bangunan telah berhasil dibebaskan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat diselesaikan hingga akhir 2026.

Baca juga: Pramono: Normalisasi Ciliwung Dimulai, DKI Siap Antisipasi Curah Hujan Tinggi

Jika target itu tercapai, kata dia, normalisasi Kali Ciliwung pada ruas Rawajati, Pengadegan, Cawang hingga Cililitan ditargetkan rampung pada 2027, bertepatan dengan momentum 500 tahun Kota Jakarta.

"Normalisasi salah satu sumbu utama, yaitu Ciliwung yang ada di Cawang ini, Rawajati, Pengadegan, Cawang, dan Cililitan, mudah-mudahan akan terselesaikan karena penlok-nya juga sudah kami tandatangani," ujarnya.

Ia menjelaskan proyek tersebut merupakan kelanjutan dari program normalisasi Kali Ciliwung yang sempat terhenti selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Pramono, pelebaran badan sungai melalui normalisasi akan meningkatkan kapasitas tampung aliran air sehingga risiko banjir dapat ditekan.

Baca juga: DPRD Karawang Dorong Normalisasi Citarum dan Perbaikan Drainase

"Mudah-mudahan membuat debit air yang ada di tempat ini menjadi lebih luas, sehingga ketika banjir, dampaknya tidak seperti yang dulu-dulu, itu cara penanganan banjir yang dilakukan dalam jangka menengah-panjang," ucapnya.

Selain Kali Ciliwung, Pemprov DKI Jakarta juga akan melanjutkan program normalisasi di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama.

Pramono berharap manfaat dari rangkaian proyek tersebut dapat dirasakan masyarakat secara bertahap hingga seluruh pekerjaan selesai.

"Mudah-mudahan semuanya nanti di tahun 2029 bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat Jakarta," katanya.

Baca juga: Pramono Kembali Lanjutkan Normalisasi Sungai Ciliwung yang Mandek Sejak Era Anies

Tahun ini, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar untuk pembebasan lahan proyek normalisasi Kali Ciliwung.

Bangunan yang telah dibebaskan akan segera dibersihkan agar pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai.

"Anggarannya di tahun ini Rp 300 miliar, bangunan yang sudah dibebaskan pasti akan dibersihkan semua, termasuk yang 170 bangunan tadi," ujar Pramono.

Meski mengakui pembebasan lahan di Jakarta bukan pekerjaan mudah, Pramono menilai progres yang dicapai saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Baca juga: Pramono Tinjau Pengerukan Kali Cakung Lama, Normalisasi Sungai Jadi Prioritas

Ia memastikan proses pembebasan pada ruas yang belum tuntas akan tetap dilanjutkan pada tahun depan.

"Saya melihat progresnya sekarang ini jauh lebih baik dan kita kerjakan terus-menerus, saya minta juga nanti untuk tahun depan, di kilometer yang belum terselesaikan, terus akan kita lanjutkan," kata dia.

Pramono menambahkan, fokus pemerintah saat ini adalah menuntaskan normalisasi pada ruas dari kawasan tersebut hingga MT Haryono dan Jembatan Kalibata sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir jangka menengah dan panjang. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.