TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Beredar video detik-detik peserta rapat berhamburan di kantor Pengadilan Agama (PA) karena panik usai merasakan getaran gempa bumi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Nampak dalam video jajaran pegawai Pengadilan Agama Polewali sedang melaksanakan rapat.
Para pegawai nampak duduk di kursi berbaris dengan rapi sebelum gempa bumi terjadi.
Tiba-tiba seluruh pegawai berhamburan dan lari meninggalkan ruangan rapat saat getaran gempa terjadi.
Baca juga: Inilah Daftar Harta Kekayaan Jampidsus Febrie Adriansyah, Tidak Punya Utang
Baca juga: Sudah Kerjakan Sendiri? Cek Kunci Jawaban PAI Kelas 9 tentang Hormat kepada Orang Tua dan Guru
Gempa bumi magnitudo 4,7 ini terjadi pada pukul 09.09 Wita, Kamis (9/7/2026), sempat dirasakan warga Polman.
“Iya saat itu sedang rapat di kantor, kita panik saat rasakan getaran gempa,” kata Humas PA Polewali, Najmia kepada wartawan.
Dia menyebut pegawai kantor sempat meninggalkan ruang rapat saat gempar terjadi.
Beberapa saat kemudian saat kondisi membaik kata Najmia, rapat kembali dilanjutkan.
Episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 3,76 LS dan 119,02 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 km Selatan Polman, pada kedalaman 13 km.
Dalam informasi BMKG, disebut gempa bumi terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Selat Makassar segmen Somba.
Gempa bumi ini menimbulkan guncangan di Majene, Polman, Pare-pare, dan Pinrang dengan skala intensitas getaran dirasakan nyata dalam rumah.
“Iya getaran gempa memang sempat dirasakan dan buat panik warga yang keluar dari rumah,” kata kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Andi Chandra Sigit kepada wartawan.
Dia menyampaikan getaran seakan-akan ada truk berlalu, dan sempat membuat panik warga.
Meski begitu, BPBD Polman belum menerima lapangan adanya dampak kerusakan gedung dari getaran gempa.
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ungkapnya
Dia menyebut hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan.
Masyarakat dihimbau untuk tidak panik dan tetap selalu waspada saat menjalankan aktivitas harian.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli