Kios Dagangan Ludes Dilahap Api, Pedagang Pasar Lima Banjarmasin Pasrah Kehilangan Mata Pencarian
Irfani Rahman July 10, 2026 12:50 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pagi itu, Diah (66) hanya bisa berdiri memandangi puing-puing toko yang selama lebih dari tiga dekade menjadi sumber penghidupannya. Empat kios miliknya di kawasan Pasar Lima Banjarmasin hangus dilalap api dalam kebakaran besar yang terjadi pada Jumat (10/7/2026) dini hari.

Lorong pasar yang biasanya ramai kini dipenuhi tumpukan seng yang hancur, kayu-kayu yang menghitam, serta sisa barang dagangan yang tak lagi bisa dikenali.

Aroma arang masih menyengat di udara, sementara genangan air bekas pemadaman memenuhi lantai pasar.

Di tengah reruntuhan itu, Diah yang mengenakan kerudung merah tampak sesekali menatap ke arah bekas kiosnya dengan wajah penuh kepasrahan.

Selama lebih dari 30 tahun, Diah bersama adiknya menggantungkan hidup dari berjualan bahan-bahan pembuat kue, petis, hingga berbagai jenis kerupuk di Pasar Lima Banjarmasin. Empat kios yang disewanya dari pemerintah daerah itu kini rata dengan tanah

Baca juga: Pedagang Pasar Lima Banjarmasin Berduka, H Junaidi: Sembako Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

Baca juga: BREAKING NEWS- Kebakaran Hebat di Pasar Lima Banjarmasin, Sejumlah Toko Tinggal Puing

“Empat toko yang berjejer ini habis semua. Isinya bahan-bahan bikin kue, petis, macam-macam kerupuk. Tidak ada satu pun yang bisa diselamatkan,” ujar Diah saat ditemui di lokasi, Jumat pagi.

Tak hanya barang dagangannya sendiri yang hangus, dua pedagang lain yang menitipkan barang di kiosnya juga ikut kehilangan seluruh stok usahanya.

Menurut Diah, jika ditotal bersama bangunan dan seluruh isi toko, kerugian yang dialaminya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Kalau dihitung sama bangunannya mungkin sudah ratusan juta. Barang saja puluhan juta, belum lagi ada barang orang lain yang ikut terbakar,” katanya.

Diah mengaku pertama kali mengetahui musibah tersebut setelah dihubungi sekitar pukul 03.00 Wita saat berada di rumah.

“Waktu itu saya di rumah, dikabari kalau pasar kebakaran. Bingung juga mau bagaimana. Di rumah cuma sama cucu, anak-anak juga sedang tidak di rumah,” tuturnya.

Kini, setelah tempat usahanya musnah, perempuan lanjut usia itu belum mengetahui harus mencari nafkah dari mana. Untuk sementara, ia memilih pasrah sambil menunggu kondisi memungkinkan untuk kembali berdagang.

“Bingung mau jualan di mana. Untuk sementara diam dulu, lihat nanti bagaimana. Mau bagaimana lagi, namanya musibah. Semoga Tuhan angkat lagi rezeki saya setelah ini,” ucapnya lirih.

Diah berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan kepada para pedagang yang terdampak.

Menurutnya, sebelum kebakaran terjadi, para pedagang sudah lebih dulu menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kondisi pasar yang kumuh hingga banjir yang membuat pembeli enggan datang.

“Dari kemarin-kemarin sudah susah karena banjir, pelanggan juga berkurang. Padahal kami tetap bayar sewa tiap bulan, tidak pernah telat. Mudah-mudahan ada perhatian dari pemerintah supaya kami bisa bangkit lagi,” harapnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Lima Banjarmasin sekitar pukul 03.00 Wita. Puluhan unit pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang sempat membesar dan menghanguskan sejumlah bangunan di area pasar.

Hingga pagi hari, petugas masih melakukan pendinginan di beberapa titik untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.

(Banjarmasinpost.co.id/rifki soelaiman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.