DPRD Desak Pemprov Riau Jangan Kunci Anggaran Darurat Karhutla
Muhammad Ridho July 10, 2026 03:20 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sekretaris Komisi IV DPRD Riau, Zulfadli Alhamdi, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau agar tidak mengunci anggaran yang bersifat kedaruratan, khususnya anggaran penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dikelola BPBD Riau.

Menurut Zulfadli, anggaran untuk penanganan bencana harus tetap fleksibel agar dapat digunakan dengan cepat ketika kondisi darurat terjadi.

Ia menilai kebutuhan penanganan karhutla tidak bisa menunggu proses administrasi yang berlarut-larut.

"Jangan sampai anggaran yang sifatnya darurat dikunci. Penanganan karhutla harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan masyarakat," ujarnya Jumat (10/7/2026).

Politisi Gerindra dapil Indragiri hilir ini menegaskan, penanganan karhutla memiliki tingkat urgensi yang sama dengan bencana banjir yang terjadi di Riau pada tahun 2025 lalu. 

Karena itu, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan anggaran untuk mendukung langkah-langkah penanggulangan.

Zulfadli mengatakan, saat ini kebakaran hutan dan lahan mulai kembali terjadi di sejumlah daerah di Riau. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa ancaman karhutla sudah berada di depan mata sehingga seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan.

Menurutnya, berbagai persiapan harus dilakukan sejak dini agar penanganan tidak hanya berfokus saat kebakaran sudah meluas.

Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanggulangan setelah api membesar.

Ia mengakui, saat ini kondisi penanganan karhutla relatif lebih siap karena Riau masih berstatus siaga darurat. Selain itu, dukungan peralatan dan bantuan dari pemerintah pusat turut memperkuat kemampuan daerah dalam mengantisipasi kebakaran.

Baca juga: Karhutla 1 Hektare di Pekanbaru Riau Berhasil Dipadamkan, Status Lahan APL

Meski demikian, Zulfadli mengingatkan bahwa kesiapan peralatan saja tidak cukup.

Pemerintah daerah juga harus memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui pengawasan di wilayah rawan serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla terus ditingkatkan agar kesadaran untuk mencegah kebakaran semakin tinggi. Dengan dukungan anggaran yang memadai, kesiapsiagaan aparat, dan partisipasi masyarakat, diharapkan kejadian karhutla di Riau dapat ditekan semaksimal mungkin.

( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.