Nanik S Deyang Tiba-tiba Menghilang di KPK, Kantor BGN Dipagari Garis Polisi
Nurhadi Hasbi July 10, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta Pusat, kembali mendadak ramai.

Beredar kabar bahwa kantor BGN menjadi sasaran teror.

Tim Inafis Polri, langsung mendatangi lokasi kejadian.

Kantor BGN kini dipagari dengan garis polisi.

Gambar yang beredar, di halaman kantor BGN banyak serpihan kaca berhamburan.

Serpihan kaca terlihat tepat dekat lokasi parkir kendaraan.

Lokasi serpihan kaca itu sendiri kini terlihat sudah dikelilingi garis polisi.

Baca juga: Kepala BGN Nanik S Deyang dan Jajarannya Datangi KPK di Tengah Isu MBG

Sedangkan di bagian atas gedung, terlihat ada kaca yang alami keretakan cukup parah.

Di tempat itu, petugas berompi dengan tulisan ‘INAFIS’ di bagian belakang juga terlihat berkeliling untuk melakukan pemeriksaan dan dokumentasi.

Sebelumnya, Ketua BGN Nanik S Deyang juga membuat heboh.

Ia tiba-tiba menghilang saat acara di KPK hingga membuat penasaran awak media.

Mulanya Ketua BGN Nanik S Deyang mendatangi KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/7/2026). 

Namun, sosok Nanik S Deyang justru "menghilang" usai merampungkan pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut bersama lembaga antirasuah.

Tak ada yang tahu kemana hilangnya Nanik S Deyang, pimpinan BGN lainnya saat dikonfirmasi soal keberadaan Nanik S Deyang pilih tak menggubris pertanyaan awak media.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kaca di Kantor Nanik S Deyang Pecah

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Erlyn Sumantri, mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pecahnya kaca bangunan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) tempat keduanya, Nanik S Deyang berkantor.

“Kebenarannya masih diselidiki,” ujar Erlyn.

Ia meminta masyarakat bersabar hingga proses penyelidikan selesai dilakukan.

“Tunggu kabar hasil penyelidikan ya,” katanya.

Hingga kini, polisi belum mengungkap penyebab maupun kronologi pasti peristiwa tersebut.

Proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Polisi Bantah Ada Teror di Kantor BGN

Kepolisian memastikan insiden pecahnya kaca di Gedung Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat, bukan disebabkan aksi penembakan maupun teror.

Kesimpulan itu disampaikan setelah polisi bersama tim Inafis melakukan pengecekan lokasi dan berkoordinasi dengan pengelola gedung.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan, hasil pemeriksaan menyunjukkan kaca pecah akibat penuaian pada materian kaca.

“Kejadian pecahnya kaca di BGN ini, dari salah satu bidang kaca itu bukan karena ada penembakan ataupun teror,” ucapnya di lokasi, Kamis (9/7/2026).

Hasil Olah TKP Tak Temukan Tanda Penembakan

Braiel menegaskan, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis juga tidak menemukan indikasi adanya aksi kriminal maupun benda mencurigakan di lokasi.

Saat ditanya mengenai dugaan pola titik pada kaca yang sempat memunculkan spekulasi penembakan, ia menegaskan belum ditemukan bukti yang mengarah ke dugaan tersebut.

“Belum ada, belum ada tanda-tanda itu,” ujarnya.

Ia juga memastikan tidak ada barang bukti yang mengarah pada dugaan aksi teror ataupun penembakan.

“Tidak ada, belum ada,” katanya saat ditanya soal hasil pemeriksaan Inafis.

Braiel kembali menegaskan bahwa dugaan penembakan tidak terbukti berdasarkan hasil pengecekan di lapangan.

“Ya, artinya itu tidak ada,” ucapnya.

Polisi Minta Pengelola Tingkatkan Perawatan Gedung

Dalam kesempatan yang sama, Braiel mengungkapkan pihak pengelola gedung telah menyampaikan bahwa insiden serupa memang pernah terjadi sebelumnya akibat pemuaian kaca.

Menurutnya, gedung yang ditempati BGN merupakan gedung sewa sehingga tanggung jawab pemeliharaan berada di tangan pengelola gedung.

“Jadi barusan informasi dari pengelola gedung bahwa gedung ini disewa oleh BGN. Kemudian dalam rentang waktu satu sampai dua tahun memang ada beberapa bidang kaca yang pecah karena juga memuai. Dan terus dilakukan pemeliharaan oleh pengelola gedung,” tuturnya.

Polisi pun meminta pengelola gedung memperketat perawatan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan membahayakan masyarakat.

“Ya kami sudah menyampaikan kepada pihak pengelola gedung untuk melakukan maintenance, mencegah hal-hal yang kita tidak inginkan sehingga apabila terjadi atau sebelum terjadi ini akan dilakukan pemeliharaan semuanya secara keseluruhan informasinya,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini belum ada langkah penyelidikan terhadap pengelola gedung karena insiden tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak pengelola.

“Belum ada, karena yang bertanggung jawab adalah pengelola gedung,” katanya.

Sementara itu, tindak lanjut yang akan dilakukan setelah insiden ini adalah penggantian kaca yang pecah oleh pihak pengelola gedung.

“Tindak lanjutnya untuk kacanya akan diperbaiki oleh pengelola gedung,” kata Braiel.

Detik-detik Ketua BGN Nanik S Deyang Menghilang di KPK

Nanik tiba di Gedung KPK bersama Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari dan Mayjen (Purn) TNI Trenggono pada pukul 10.34 WIB. 

Rombongan pimpinan BGN ini menumpangi dua mobil hitam dan kompak mengenakan kemeja putih berlengan panjang. 

Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminudin langsung menyambut kedatangan mereka dan mengajak ketiganya berjalan menuju lift.

Awak media yang berjaga di lokasi sempat menanyakan tujuan kehadiran para petinggi BGN tersebut ke KPK. 

Nanik merespons singkat bahwa mereka datang untuk menjalin kolaborasi antarlembaga.

"Kerja sama," kata Nanik.

Menimpali ucapan Ketua BGN, Trenggono juga memberikan komentar singkat kepada wartawan sebelum rombongan memasuki ruangan.

"Nanti ya," ucap Trenggono.

Pimpinan BGN memang menjadwalkan audiensi khusus dengan pimpinan KPK dan Deputi Pencegahan KPK pada hari tersebut. 

Mereka membahas sinergi pengawasan dan pencegahan korupsi di lingkungan BGN.

Pertemuan antara KPK dan BGN akhirnya selesai pada pukul 12.44 WIB. 

Namun, awak media menyoroti sebuah kejadian menarik ketika sesi tanya jawab berlangsung. 

Pihak BGN yang awalnya datang bertiga tidak kembali turun secara utuh. 

Hanya Wakil Ketua BGN Agustina Arumsari yang tampil mendampingi Aminudin menemui para wartawan. 

Nanik S Deyang dan Trenggono sama-sama tidak menampakkan diri lagi ke hadapan publik.

Para jurnalis langsung menanyakan alasan Nanik dan Trenggono tidak ikut serta dalam sesi wawancara tersebut kepada Agustina. 

Sayangnya, Agustina mengabaikan pertanyaan awak media dan sama sekali tidak memberikan jawaban mengenai keberadaan atasannya. 

Setelah sesi keterangan pers usai, Agustina bergegas melangkah pergi dan meninggalkan area Gedung KPK.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.