Ruben Onsu Khawatir Mental Anak Terganggu, Kuasa Hukum Soroti Lingkungan di Rumah Sarwendah
Kharisma Tri Saputra July 10, 2026 04:01 PM
TRIBUNSUMSEL.COM - Polemik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, kembali memanas.
Kali ini, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkap alasan kliennya merasa khawatir apabila kedua putrinya terus berada di lingkungan tempat tinggal Sarwendah.
Menurut Minola, kekhawatiran tersebut bukan hanya berkaitan dengan akses pertemuan Ruben bersama anak-anaknya, tetapi juga menyangkut lingkungan yang dinilai berpotensi memengaruhi tumbuh kembang mental anak.
Minola mengatakan, anak seharusnya dibesarkan dalam lingkungan yang kondusif dan bebas dari perilaku yang mengandung perundungan atau penghinaan terhadap orang tua.
"Anak-anak ini harusnya dalam lingkungan yang aman, jangan dalam lingkungan orang dewasa yang tidak dewasa yang suka mem-bully orang yang selama ini memberikan nafkah," ujar Minola Sebayang, dikutip dari YouTube Cumicumi, Jumat (10/7/2026).
SIDANG HAK ASUH -- Melalui kuasa hukumnya, Ruben memastikan tidak akan membatasi atau menghilangkan hak Sarwendah untuk bertemu anak-anak jika nantinya ia memenangkan hak asuh tersebut. (Tribunnews.com)
Baca juga: Ruben Onsu Disebut Berpeluang Besar Menangkan Gugatan Hak Asuh Anak dari Sarwendah, Ini Alasannya
Singgung Dugaan Ucapan Bernada Ejekan
Dalam keterangannya, Minola juga menyinggung dugaan adanya penyebutan kata "Cong" kepada Ruben Onsu di hadapan anak-anak.
Menurutnya, apabila ucapan tersebut benar terjadi secara berulang, hal itu dikhawatirkan dapat memengaruhi cara pandang anak terhadap ayah kandungnya.
"Di ruang terbuka saja itu disampaikan, jangan-jangan di ruang tertutup ini juga sering disampaikan."
Minola mengaku memperoleh informasi dari Ruben bahwa penyebutan tersebut diduga sudah terjadi sejak sebelum konflik semakin memanas.
"Dan ternyata Ruben sudah mengatakan bahwa dari awal di depan anak-anak pun S sudah menyebut 'Cong' kepada Ruben," katanya.
Dinilai Berpotensi Berdampak pada Mental Anak
Kuasa hukum Ruben menilai, apabila situasi tersebut berlangsung terus-menerus, kondisi psikologis anak bisa terdampak.
Ia juga mengaku khawatir apabila lingkungan sekitar turut memperkuat perilaku yang dianggap sebagai bentuk olok-olok terhadap Ruben.
"Jadi kalau misalnya ini terus-menerus dilakukan, bahkan mungkin bukan hanya S saja, tapi mungkin karyawan-karyawan yang ada di rumah itu juga menjadikan itu sebagai bahan olok-olokan."
Menurut Minola, kondisi tersebut dapat membuat hubungan anak dengan ayahnya menjadi semakin canggung.
"Ini yang membuat anak-anak enggak sehat pertumbuhan mentalnya. Dan kalau dibilang dia jadi canggung ketemu ayahnya, ya gimana enggak canggung," ujarnya.