PT Timah Bantu Bangun Sumur Bor di SMPN 3 Simpang Katis, Atasi Krisis Air Bersih Saat Kemarau
Asmadi Pandapotan Siregar July 10, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Permasalahan keterbatasan air bersih yang selama ini dihadapi SMP Negeri 3 Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, segera mendapat solusi. PT Timah (Persero) Tbk memberikan bantuan pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah tersebut.

Bantuan tersebut disambut antusias oleh pihak sekolah karena selama bertahun-tahun mereka harus menghadapi kendala pasokan air, terutama saat musim kemarau. Kondisi itu kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar maupun kebutuhan sanitasi siswa dan guru.

Kepala SMP Negeri 3 Simpang Katis, Hastri, mengatakan selama ini sekolah hanya mengandalkan sumur resapan yang bergantung pada curah hujan. Ketika musim kemarau tiba, sumber air tersebut sering mengering sehingga kebutuhan air tidak dapat terpenuhi secara optimal.

Akibatnya, sekolah harus membeli air untuk mengisi tandon penampungan. Bahkan dalam kondisi tertentu, siswa juga diminta membawa air dari rumah masing-masing untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di sekolah.

"Kalau musim kemarau dan tidak ada hujan, kami harus membeli air untuk diisi ke tandon. Bahkan siswa juga kami imbau membawa air dari rumah. Kondisi ini tentu cukup menghambat operasional sekolah," ujar Hastri.

Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama yang membuat pembangunan sumur bor belum dapat direalisasikan sejak sekolah berdiri. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur tersebut, sementara kebutuhan lainnya juga menjadi prioritas pemerintah daerah.

Selain itu, kondisi geografis kawasan sekolah yang didominasi batuan membuat pembangunan sumur bor menjadi lebih sulit dan membutuhkan biaya besar.

"Hasil survei menunjukkan kalau ingin mendapatkan sumber air harus menggunakan sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter. Bor biasa tidak bisa menemukan sumber air karena kontur tanahnya berbatu," jelasnya.

Hastri mengaku bersyukur karena bantuan yang diberikan PT Timah akan mewujudkan harapan sekolah memiliki sumber air bersih yang memadai.

"Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada PT Timah yang telah memberikan bantuan kepada sekolah kami. Bantuan ini akan digunakan untuk pembangunan sumur bor sehingga kebutuhan air bersih di sekolah dapat terpenuhi," katanya.

Ia menilai kehadiran sumur bor nantinya akan sangat membantu aktivitas belajar mengajar, sekaligus meningkatkan kenyamanan siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah.

Hastri juga mengapresiasi perhatian PT Timah terhadap masyarakat dan dunia pendidikan di Desa Simpang Katis.

"Kami sangat berterima kasih karena bantuan yang kami ajukan mendapat respons yang baik. Bantuan ini menjadi solusi atas persoalan air bersih yang selama ini kami hadapi," ujarnya.

Ke depan, pihak sekolah berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut. Salah satu kebutuhan yang masih diharapkan adalah pembangunan panggung literasi atau panggung kreasi sebagai wadah bagi siswa menampilkan bakat dan kreativitas.

"Setiap hari Jumat kami memiliki program Pentas Kreasi, tempat siswa menampilkan pidato, puisi, hingga kemampuan berbicara di depan umum. Kami berharap suatu saat nanti bisa memiliki panggung yang layak sehingga potensi anak-anak dapat berkembang lebih optimal," tutup Hastri. (*/E88)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.