Alarm Keamanan Piala Dunia 2026 Berbunyi Lagi, Timnas Inggris Hampir Kemalingan Kedua Kalinya
Drajat Sugiri July 10, 2026 04:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM – Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) akan mengevaluasi sistem keamanan setelah seorang pria yang membawa kunci inggris berhasil memasuki pusat media Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian setempat.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (9/7) waktu setempat saat skuad asuhan Thomas Tuchel menjalani sesi latihan di Swope Soccer Village, sekitar 800 meter dari pusat media mereka yang berada di sebuah gedung komunitas di Kansas City, dikutip dari Metro.

Beruntung, tidak ada pemain maupun staf pelatih Inggris yang berada di lokasi ketika pria tersebut memasuki area media.

Terduga pelaku pun langsung dikawal keluar ruangan sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Insiden ini menambah daftar persoalan keamanan yang dialami Timnas Inggris selama tampil di Piala Dunia 2026.

BOLA RAKSASA PIALA DUNIA - Giant ball atau bola raksasa dipajang di lobi Hotel Aryaduta Makassar, Jalan Somba Opu, Makassar, Sulsel, Selasa (7/7/2026). Bola raksasa ini dihadirkan Aryaduta Makassar menyemarakkan Piala Dunia 2026.
BOLA RAKSASA PIALA DUNIA - Giant ball atau bola raksasa dipajang di lobi Hotel Aryaduta Makassar, Jalan Somba Opu, Makassar, Sulsel, Selasa (7/7/2026). Bola raksasa ini dihadirkan Aryaduta Makassar menyemarakkan Piala Dunia 2026. (Tribunnews.com/Tribun Timur/ Muh Abdiwan)

Sebelumnya, The Three Lions juga sempat menjadi korban pencurian saat melakukan perpindahan logistik menjelang laga pembuka Grup L.

Barang-barang yang hilang meliputi sembilan pasang sepatu sepak bola, sarung tangan kiper, bola resmi Piala Dunia, perlengkapan tim, boneka, perangkat elektronik, jersey bertanda tangan pemain, hingga satu set Lego Nike Air senilai 99,99 dolar AS, dikutip dari ESPN.

Menurut dokumen penyelidikan yang diperoleh Associated Press, aparat berhasil menemukan sebagian besar barang curian tersebut dalam penguasaan dua tersangka, Mustafa Salik dan Erfan Kamal. Keduanya diketahui bekerja untuk perusahaan logistik yang bertugas mengangkut perlengkapan Timnas Inggris.

Menanggapi insiden tersebut, Dosen S1 PJKR FKOR UNS sekaligus Kabid Binpres ESI Surakarta dan Pembina Ormawa Esports UNS, Putri Indah Nazareta, menilai kasus yang menimpa Timnas Inggris merupakan bagian dari tantangan dalam penyelenggaraan ajang olahraga berskala global.

"Saya melihat peristiwa yang dialami Timnas Inggris ini sebaiknya ditempatkan dalam konteks yang proporsional sebagai bagian dari dinamika penyelenggaraan ajang olahraga berskala global yang melibatkan mobilitas tinggi, perpindahan personel, serta perlengkapan dalam jumlah besar," ujar Putri Indah Nazareta kepada Tribunnews.

"Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa aspek koordinasi, pengamanan, dan tata kelola operasional merupakan bagian penting yang terus disempurnakan dalam setiap penyelenggaraan event olahraga internasional, sehingga perhatian publik tetap dapat terfokus pada kualitas kompetisi dan semangat sportivitas yang menjadi esensi Piala Dunia," tambah Pembina Ormawa Esports UNS tersebut.

Baca juga: Norwegia Pede Tantang Inggris di 8 Besar Piala Dunia 2026, Kemenangan atas Brasil Jadi Modal Utama

FA kini dikabarkan akan melakukan peninjauan menyeluruh terhadap prosedur keamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang, terlebih Inggris masih berpeluang melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

The Three Lions dijadwalkan menghadapi Norwegia pada babak perempat final, Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Apabila menang, Inggris akan kembali ke Kansas City untuk menjalani laga semifinal melawan pemenang duel Argentina kontra Swiss.

Di tengah persiapan menghadapi laga krusial tersebut, Thomas Tuchel juga dipusingkan dengan kondisi skuadnya.

Bek Jarell Quansah dipastikan absen saat menghadapi Norwegia setelah FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain dua pertandingan akibat kartu merah yang diterimanya saat Inggris mengalahkan Meksiko pada babak 16 besar.

Selain Quansah, Marc Guehi juga diragukan tampil karena mengalami cedera hamstring.

Masalah Inggris belum berhenti di situ. Gelandang andalan Declan Rice juga sempat melewatkan dua sesi latihan pekan ini setelah terserang virus.

Pemain Arsenal tersebut juga diketahui masih bergelut dengan masalah pada punggung bawah dan hamstring sepanjang turnamen, sehingga kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan kondisi demi bisa tampil melawan Norwegia.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.