Ucapan Terakhir Pekerja Menolak Tawaran Kopi, Tewas Tersetrum Saat Perbaiki Kolam Vila Seminyak Bali
Talitha Daren July 10, 2026 04:07 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Seorang pekerja panggilan bernama Samuel Sitompul (46) meninggal dunia setelah tersengat arus listrik saat memperbaiki pompa kolam renang di Villa Kasa Artista, Jalan Sari Dewi, Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (8/7/2026) malam.

Korban diduga mengalami kecelakaan kerja ketika mengganti Miniature Circuit Breaker (MCB) pada sistem kelistrikan pompa kolam renang di vila Seminyak Bali.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Samuel diduga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat mengerjakan instalasi listrik di vila Seminyak Bali sehingga sengatan listrik yang diterimanya berakibat fatal. 

Baca juga: Bule Rusia Diduga Diculik dan Disekap 30 Jam di Badung Bali, Dipaksa Serahkan Akses Aset Kripto

Kronologi Korban Tersengat Listrik

Dikutip dari Tribun Bali, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.30 WITA ketika Samuel sedang memperbaiki sistem kelistrikan pompa kolam renang yang berada di sisi barat vila.

Seorang staf housekeeping sempat menghampiri korban dan menawarkan secangkir kopi.

Namun, Samuel menolak tawaran tersebut karena ingin menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan bahwa korban sempat menyampaikan kalimat yang kemudian menjadi percakapan terakhirnya sebelum insiden terjadi.

Korban sempat berkata, 'Tidak usah Pak, saya tinggal pasang satu MCB lagi, sisanya saya lanjutkan besok'.

Baca juga: Suasana Nobar Piala Dunia 2026 di Jalan Bypass Ngurah Rai Badung Bali, Suporter Padati Lokasi

EVAKUASI - Proses evakuasi jenazah Samuel Sitompul (46) pekerja yang tewas tersengat listrik. Kronologi Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Pompa Kolam Renang Vila di Seminyak Balii (Tribun Trends/Istimewa via Tribun Bali)

Terdengar Teriakan Kesakitan

Beberapa saat kemudian, terdengar teriakan kesakitan dari arah ruang mesin pompa kolam renang.

Staf vila segera bergegas menuju lokasi dan langsung memutus aliran listrik melalui panel utama untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Korban kemudian dievakuasi ke teras pantry vila, dan Samuel masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan meski kondisinya sudah sangat lemah.

Pihak vila segera menghubungi Klinik Bhakti Venanta guna memberikan pertolongan medis darurat.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan terhadap denyut nadi, pernapasan, dan refleks pupil, tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.

Baca juga: Bedugul Hingga Ubud, Ini 3 Daerah Paling Dingin di Pulau Bali, Ada yang Disebut Desa di Atas Awan

Kelalaian Keselamatan Kerja

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka bakar pada jari manis, jari tengah, dan telunjuk tangan kiri korban yang diduga menjadi titik kontak utama sengatan listrik.

Petugas juga mengamankan sejumlah peralatan kerja milik Samuel, di antaranya tiga buah tang, obeng, senter, bor, telepon genggam, serta sepasang sandal.

Korban diduga mengabaikan prosedur keselamatan kerja karena tidak mengenakan APD saat menangani instalasi listrik.

Serta bekerja tanpa alas kaki dan tanpa menggunakan sarung tangan pelindung.

(TribunTrends/Talitha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.