Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprediksikan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2026 mendatang. Jika dibandingkan dengan masa normalnya, durasi musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang.
Meski telah menuju masa puncak musim kemarau 2026, BMKG menyebut masih ada beberapa wilayah yang akan diguyur hujan untuk periode 10-16 Juli. Tak banyak memang, mengingat di pertengahan Juli ini curah hujan di wilayah lain sudah berangsur merendah.
"Memasuki Juli 2026, wilayah di Indonesia yang telah memasuki musim kemarau terpantau semakin meluas, dengan sebagian wilayah mulai berada pada puncak musim kemarau," tutur BMKG dalam postingan Instagram resminya dikutip Jumat (10/7/2026).
Sampai saat ini, sudah ada 342 Zona Musim (ZOM) yang sudah memasuki musim kemarau sejak awal Juli 2026. Dari 329 titik pengamatan, wilayah yang mengalami hari tanpa hujan semakin banyak dengan kategori sangat panjang (31-60 hari).
Akibatnya, berbagai wilayah ini memiliki massa udara kering yang berpotensi mengurangi peluang pertumbuhan awan hujan. Beberapa wilayah yang dimaksud, seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
Kondisi El Nino
Terkait El Nino, BMKG menyebut fenomena atmosfer itu masih bertahan di Samudra Pasifik. Indeks Nino saat ini mencapai 3,4 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -24,7.
"Sehingga, potensi pengurangan curah hujan di wilayah Indonesia semakin tinggi," ungkap BMKG.
BMKG juga membeberkan dinamika atmosfer untuk periode 10-16 Juli 2026, yaitu:
- Potensi curah hujan di Indonesia secara umum berkurang.
- Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan aktif di sekitar Samudra Hindia timur laut hingga utara Aceh, Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, Laut Sulawesi, Filipina bagian selatan, serta Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua dan akan berinteraksi dengan Gelombang Rossby Ekuator.
- Ada Siklon Tropis Bavi di Laut Filipina sebelah utara Papua Barat yang menyebabkan wilayah ini diguyur hujan.
- Daerah konvergensi dan konfluensi terbentuk di Laut Filipina utara Papua Barat, Laut Sulut, Laut Halmahera bagian utara, dan wilayah di sekitar sistem siklon lain.
- Ada fenomena low level jet di sepanjang Samudra Pasifik utara hingga timur Filipina. Fenomena ini bisa memicu peningkatan kecepatan angin di sekitar wilayah tersebut.
Potensi Hujan Periode 10-13 Juli 2026
Hujan Sedang-Lebat
- Sumatera Utara
- Kepulauan Riau
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Papua
Hujan Lebat-Sangat Lebat
- Papua Selatan
Angin Kencang
- Aceh
- Bali
- Banten
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Kepulauan Bangka Belitung
- Maluku
- Maluku Utara
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Utara
- Papua Barat Daya
Potensi Hujan Periode 14-16 Juli 2026
Hujan Sedang-Lebat
- Papua Barat Daya
- Papua Barat
- Papua
Angin Kencang
- Maluku
Musim Kemarau Jangan Lupa Sunscreen!
Menghadapi musim kemarau dan dinamika cuaca, BMKG mengimbau masyarakat untuk:
- Menggunakan pelindung atau tabir surya untuk menghindari paparan langsung sinar matahari pada musim kemarau yang semakin meluas.
- Menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama jika beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.
- Hujan masih berpotensi terjadi, khususnya saat kondisi atmosfer masih cukup lembab.
- Masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah dekat dengan fenomena atmosfer signifikan diimbau meningkatkan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
- Pengendara bermotor juga perlu waspada karena masih adanya potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.
- Masyarakat perlu waspada potensi pohon tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir kala hujan lebat terjadi.
- Kondisi cuaca masih dinamis, sehingga perjalanan perlu perhatikan.
- Informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem bisa diakses melalui kanal informasi BMKG.
Itulah informasi prakiraan cuaca seminggu ke depan. Yuk ikuti imbauan BMKG detikers!





