Anomali Coffee mengisi liburan anak sekolah dengan agenda produktif. Anak sekolah bisa merasakan pengalaman jadi kasir hingga barista selama masa liburan.
Waktu liburan menjelang tahun ajaran baru menjadi momen yang paling ditunggu anak-anak. Beristirahat dari lelahnya belajar seharian di sekolah seolah menjadi momen yang paling istimewa dalam satu tahun.
Namun liburan bukan berarti hanya bisa bermalas-malasan di rumah. Melalui program Next Origin, Anomali Coffee menghadirkan kegiatan yang lebih produktif untuk mengisi waktu liburan anak-anak sekolah.
Remaja usia 13-17 tahun bisa mengiktui Youth Internship di beberapa cabang Anomali Coffee yang telah ditentukan. Misalnya Anomali Coffee Cipete, Menteng, Margonda, Makassar, Pontianak, dan beberapa gerai lainnya.
Punya program unik, Anomali Coffee selenggarakan internship untuk siswa-siswi yang sedang libur sekolah. Foto: Diah Afrilian/detikcom
|
Setiap batch, peserta yang sudah mendaftar akan menjalani masa internship selama 3 hari. Setiap harinya peserta akan menjalankan roleplay atau bertukar peran, baik sebagai kasir, barista, hingga pelayan yang akan mencatat dan mengantar pesanan pelanggan.
Uniknya, anak-anak yang bertugas akan dihadapkan langsung oleh pelanggan asli yang datang ke kafe. Tentunya ada barista profesional yang juga telah dilatih secara khusus untuk mendampingi anak-anak.
Tim detikFood menyambangi Anomali Coffee Cipete (9/7) untuk merasakan pengalaman dilayani oleh para remaja ini. Saat kami duduk, Mika sebagai salah satu peserta, langsung mendatangi kami dan mencatat pesanan minuman serta makanan yang kami inginkan.
Layaknya pelayan di kafe lain, kami juga bisa bertanya tentang menu andalan maupun yang direkomendasikan. Menu yang sudah dicatat kemudian diinput oleh remaja lain yang bertugas di bagian kasir.
Para barista cilik ini mendapatkan banyak materi pelajaran selama masa internship. Mulai dari membuat latte art, meracik produk non kopi, menyajikan manual brew, hingga praktik keramahtamahan ketika menghadapi pelanggan.
Mika, salah satu pesertanya, mengaku senang bisa berperan sebagai pelayan dan barista sebab suka hangout di kafe. Foto: Diah Afrilian/detikcom
|
Anak-anak yang bergabung dalam program ini memiliki beberapa hal yang akan dinilai selama masa internship berlangsung. Mereka yang mendapatkan poin tertinggi akan diberikan penghargaan berupa 'Sigma Award' sebagai peserta terbaik.
Namun tidak ada tekanan apapun yang diberikan kepada peserta. Program ini memastikan anak-anak menjalani kegiatan produktifnya dengan tenang dan menikmatinya.
Misalnya Rumi, siswi Sekolah Harapan Bangsa yang mengaku senang bisa belajar latte art. "Jadi, baru kali ini aku belajar bikin latte art dan matcha sendiri. Menurutku, bagian paling menyenangkan itu bikin latte art," ujarnya kepada detikFood (9/7).
Sementara Mika, siswa dari SMA Muhamadiyah 3 mengaku kegiatan ini memang keinginan dari dirinya sendiri yang didukung oleh orang tuanya. "Pertama aku dikasih tahu Mama, terus aku dikasih saran. Aku juga kan pulang sekolah suka main ke kafe, jadi penasaran dan pengen ikut di sini," jelas Mika.
Di akhir masa internship selama tiga hari, para barista cilik ini akan ditantang menjalankan bar tanpa batuan barista profesional. Kerja sama hingga seluruh kemampuan yang telah diajarkan seolah menemukan ujian akhir sebelum mereka resmi mendapatkan sertifikat dari Anomali Coffee.







