Usai dikunjungi Perdana Menteri India, Narendra Modi, candi Prambanan siap untuk menjadi destinasi wisata religi Hindu berkelas dunia.
Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan bersama Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (8/7) dalam rangka menyepakati kerja sama restorasi Prambanan sebagai warisan budaya dunia sekaligus destinasi budaya dan spiritual di tingkat global.
Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan, Nyoman Ariawan Atmaja menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, restorasi merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian Candi Prambanan sebagai salah satu situs warisan budaya dunia.
Ariawan mengatakan restorasi diperlukan untuk memastikan kondisi fisik Candi Prambanan tetap terjaga di tengah tantangan usia bangunan dan pengaruh faktor alam.
"Dengan perawatan yang berkelanjutan, nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang terkandung di dalam kompleks candi dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang," terang dia, Jumat (10/7/2026).
Dia menilai restorasi Prambanan tidak hanya bertujuan mempertahankan keutuhan bangunan, tetapi juga meningkatkan daya tarik candi itu sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual.
Menurutnya, candi yang terawat akan memberikan pengalaman yang lebih berkualitas bagi wisatawan sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai sejarah dan peradaban Nusantara.
Untuk makin menarik minat wisatawan dunia ke candi Prambanan, beragam agenda budaya dan keagamaan sebagai pusat ibadah umat Hindu terus dilakukan tanpa mengabaikan prinsip pelestarian cagar budaya. Salah satunya penyelenggaraan Prambanan Shiva Festival yang digelar pada Februari 2026.
Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan spiritual dan budaya, seperti Malam Siwaratri, Festival Deepa dan Damaru, Maha Gangga Tirta Gamana, hingga berbagai ritual keagamaan yang terbuka bagi masyarakat.
Wamenpar Ni Luh Puspa Foto: (dok. Kemenpar)
|
Menurut Wamenpar Ni Luh Puspa, candi Prambanan terus dikembangkan tidak hanya sebagai situs warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai ruang spiritual dan budaya yang hidup, yang dapat memberikan pengalaman bermakna bagi umat Hindu maupun wisatawan dari berbagai negara.
"Perayaan ini menjadi kesempatan penting untuk meneguhkan peran Candi Prambanan tidak hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai pusat ibadah umat Hindu di Indonesia yang sekaligus menjadi faktor pengungkit pariwisata," ujar Ni Luh.
Prambanan diakui Wamenpar memiliki potensi besar berkembang sebagai destinasi budaya sekaligus spiritual kelas dunia. Sebagai salah satu Candi Siwa terbesar di dunia, Prambanan tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi pusat peradaban, riset, dan pengembangan pengetahuan tentang Hindu.
Pengembangan candi Prambanan berpotensi menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, terutama dari negara-negara dengan populasi umat Hindu yang besar.
"Saat ini terdapat lebih dari 1,2 miliar umat Hindu yang tersebar di India, Nepal, Bangladesh, Indonesia hingga Eropa dan Amerika. Ini merupakan pasar potensial yang dapat diperkenalkan lebih jauh kepada Indonesia melalui pendekatan budaya dan pariwisata," katanya.
Ke depannya, pengembangan kawasan Prambanan akan tetap mengedepankan keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata. Untuk itu Kementerian Pariwisata akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan, pemerintah daerah, pengelola kawasan, serta Parisada Hindu Dharma Indonesia.
"Prinsip kami sangat jelas, yaitu menjaga keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata," tutup dia.






