Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kabupaten Kepulauan Seribu memberikan pelatihan diversifikasi olahan hasil pertanian untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di enam pulau berpenduduk di daerah setempat.
“Pelatihan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing,” kata Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Kabupaten Kepulauan Seribu Helena Simarmata di Jakarta,Jumat.
Dia mengatakan pelatihan tersebut digelar di Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang, Pulau Tidung Besar, Pulau Pramuka, Pulau Harapan, dan Pulau Kelapa.
Para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik pembuatan berbagai produk olahan, di antaranya abon cabai varian original, teri dan cumi, sambal tomat varian original, teri dan cumi, sirup rempah premium, serta es tomat rempah, dan jeruk nipis.
Helena menuturkan pelatihan itu merupakan upaya pemerintah untuk mendorong peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian lokal melalui inovasi produk olahan.
“Kami ingin memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat agar hasil pertanian yang tersedia di Kepulauan Seribu tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih lama, dan peluang pasar yang lebih luas,” tutur Helena.
Menurut dia, diversifikasi produk pangan merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Melalui pelatihan itu, dia pun berharap nantinya lahir berbagai inovasi produk olahan berbasis hasil pertanian lokal yang berkualitas, mampu bersaing di pasar, serta menjadi salah satu penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kepulauan Seribu.
“Kami berharap peserta dapat mengembangkan produk-produk olahan ini secara mandiri, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga dan menciptakan usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokal di masing-masing pulau,” ungkap Helena.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan di Pulau Pramuka Siti Aminah menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena diajarkan cara mengolah hasil pertanian menjadi produk yang lebih menarik dan bernilai jual.
“Ke depannya kami ingin mencoba memproduksi dan memasarkan hasil olahan ini sebagai tambahan penghasilan keluarga,” ujar Siti.





