Jakarta (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Jakarta Selatan (Jaksel) mendorong pengelola agar menggunakan media sosial (medsos) menjadi wadah informasi pemanfaatan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sebagai sarana interaksi masyarakat.

"Saya berharap media sosial dapat dijadikan sebagai etalase informasi, ruang edukasi, dan media komunikasi yang mampu mengajak masyarakat memanfaatkan RPTRA secara lebih optimal," kata Ketua TP PKK Kota Jakarta Selatan Azizah Syafrin di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan saat ini, pemanfaatan media sosial dinilai penting sebagai sarana menyampaikan informasi, memberikan edukasi, serta membangun komunikasi yang lebih efektif dengan warga.

Maka dari itu, dia meminta kepada pengelola RPTRA agar tidak berhenti berinovasi dalam memberikan kontribusi dan manfaat kepada masyarakat.

Bagi Azizah, RPTRA harus terus berkembang sebagai ruang publik yang aman, nyaman, ramah anak, sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Menurut dia, fungsi RPTRA tidak lagi sebatas tempat bermain anak, tetapi juga sebagai ruang pembinaan keluarga, pemberdayaan masyarakat, serta pusat berbagai kegiatan sosial dan edukasi.

"RPTRA bukan hanya tempat bermain anak, tetapi juga ruang tumbuh bagi keluarga dan masyarakat. Untuk itu, pengelola harus memastikan fasilitas selalu aman, lingkungan tetap bersih, serta aktif membangun koordinasi agar setiap kebutuhan di lapangan dapat ditangani dengan cepat," tutur Azizah.

Sementara itu, Ketua Kelompok Khusus (Poksus) TP PKK Jakarta Selatan Laksmi menambahkan pertemuan rutin juga dapat menjadi cara yang strategis untuk memperkuat sinergi antarpengelola RPTRA sekaligus berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan fasilitas publik tersebut.

Dia menuturkan koordinasi yang baik dapat mendukung optimalisasi fungsi RPTRA sebagai pusat edukasi masyarakat, ruang ramah anak, serta lokasi penyuluhan berbagai program, termasuk pelestarian lingkungan dan pemberdayaan keluarga.

"Melalui pertemuan rutin, kita dapat saling bertukar pengalaman, mengevaluasi pengelolaan, dan melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui koordinasi yang semakin kuat, kualitas layanan RPTRA juga akan semakin optimal," ungkap Laksmi.