Di Sela Penggeledahan Ruko Cipete, Polisi Sempatkan Nobar Prancis Vs Maroko
Ferdinand Waskita Suryacahya July 10, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Penggeledahan ruko yayasan di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, oleh tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) malam hingga Jumat (10/7/2026) dini hari menyisakan cerita menarik.

Hilman (21), karyawan Tjolo Koffie yang berada tepat di sebelah lokasi, mengatakan suasana penggeledahan berlangsung santai meski puluhan polisi berjaga hingga menjelang subuh.

Bahkan, di sela-sela proses penggeledahan, beberapa anggota polisi sempat menyaksikan pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis melawan Maroko.

"Iya, ada beberapa orang yang nonton. Kan ada juga yang ikut ngecas, saya keluarin terminal. Ada yang nonton di depan," ujar Hilman kepada TribunJakarta.com, Jumat (10/7/2026).

Menurut Hilman, pertandingan tersebut ditonton melalui ponsel karena proses penggeledahan masih berlangsung.

"Mereka yang nonton dari handphone," katanya.

Meski sebagian anggota menyaksikan pertandingan, Hilman mengatakan proses penggeledahan tidak berhenti.

Sebagian personel tetap melakukan pemeriksaan di dalam ruko, sementara lainnya berjaga di sekitar lokasi.

"Waktu ada bola tuh, mereka ada yang menggeledah, ada yang jaga, ada yang nonton juga," ujarnya.

Hilman menuturkan, setelah pertandingan berakhir menjelang subuh, anggota polisi mulai meninggalkan lokasi secara bertahap.

"Bola selesai, sekitar 10 menit kemudian mereka nyicil pulang," katanya.

Ia juga memastikan selama penggeledahan berlangsung situasi tetap kondusif.

Menurutnya, tidak ada kerumunan warga ataupun pihak lain yang datang ke lokasi selain petugas.

"Enggak ada, sepi banget. Cuma polisi doang sama yang pakai rompi," ucap Hilman.

Meski demikian, Hilman sempat mendengar polisi berkoordinasi dengan pengurus RT setempat sebelum membuka paksa gembok ruko menggunakan mesin gerinda.

"Kalau RT ada koordinasi semalam. Kalau enggak salah waktu mau gerinda minta izin ke RT," katanya.

Penggeledahan di ruko tersebut merupakan lokasi ke-13 dalam rangkaian penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya terkait penyidikan tiga perkara dugaan korupsi besar.

Sempat Kaget

Hilman mengaku dirinya memang sangat kaget saat  kedai kopi tempatnya bekerja didatangi oleh puluhan polisi pada Kamis malam.

Saat itu, dia tengah posisi main gim Mobile Legends (ML) di teras kedai kopi yang sudah tutup.

"Waktu polisi datang saya lagi main ML di depan. Saya panik dong, saya kira mau ngapain soalnya kan ini udah tutup karena itu udah jam 11 malam," ujar Hilman.

Menurut Hilman, polisi menanyakan kepadanya terkait aktivitas di ruko sebelah tempatnya bekerja yang menjadi lokasi penggeledahan ke-13 oleh tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya dalam pengungkapan dugaan tiga kasus korupsi besar.

"Polisinya sih ngomongnya baik, enggak kasar tapi tetap aja namanya mereka banyak ya saya kaget," kata Hilman.

Hilman menegaskan bahwa kedai kopi tempatnya bekerja sama sekali tak ada keterlibatan dalam kasus penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan Polri.

"Semalam kan pas penggeledahan itu saya sempat ditanyain sama polisi di sini. Nah di medsos saya lihat ada yang bilang ini lokasi yang digeledah. Padahal enggak ada kaitan sama sekali. Cuma kebetulan aja lokasinya sebelahan," kata Hilman.

Hilman mengatakan, polisi membawa beberapa boks yang berisi barang bukti dari dalam ruko.

"Saya lihat dibawa dua boks, tapi isinya dokumen atau apa saya enggak tahu," tuturnya.

Berita Lainnya

  • Baca juga: Geledah Ruko di Cipete Usut Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen dan Komputer

  • Baca juga: Sudah 13 Titik Digeledah Kortas Tipidkor, Polisi Isyaratkan Masih Ada Lokasi Lain

  • Baca juga: Tengah Malam Kortas Tipidkor Geledah Ruko di Cipete, Bawa 3 Bus Polisi hingga Datangkan Ahli Kunci

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.